Kisah Pemuda Tampan di Zaman Rasulullah yang Gugur dalam Perang Uhud

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 614 2493076 kisah-pemuda-tampan-di-zaman-rasulullah-yang-gugur-dalam-perang-uhud-MVPi78Dg1T.jpg Kisah pemuda tampan yang gugur di perang uhud (foto: Trendland)

JAKARTAHari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober ini, menjadi momentum mengenang kebangkitan pemuda pemudi Indonesia dalam melawan penjajahan melalui pemikiran-pemikirannya. Di zaman sekarang, sumpah pemuda seharusnya bisa menjadi momentum introspeksi diri untuk memperbaiki moral dan akhlak.

Dalam Islam, pemuda yang diidam-idamkan Allah Subhanahu wa Ta'ala ialah pemuda seperti Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam yang memerjuangkan agama Islam sampai titik darah penghabisan.

Sahabat Ibnu Abbas pernah menyatakan: ''Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi melainkan pemuda. Dan seorang alim tidak diberi ilmu pengetahuan oleh Allah melainkan di waktu masa mudanya,''.

Baca Juga: Sumpah Pemuda, Kisah di Balik Pidato Takbir Bung Tomo yang Menggemparkan Penjajah

Pendakwah Ustadz Syam melalui channel YouTube iNews Religi, menjelaskan bahwa jika seorang pemuda ingin mencari teladan yang baik maka wajib menengok ke zaman Rasulullah.

Di zaman Nabi, hidup seorang pemuda bernama Mush’ab bin Umair. Ia termasuk salah satu pemuda yang baru mengenal Islam. Mush’ab bin Umair merupaakan pemuda tampan, terpandang dan terkaya di Kota Makkah.

Baca Juga: Sumpah Pemuda, Ini 5 Ulama Muda yang Berpengaruh di Indonesia

Ia sangat dicintai ibundanya. Dulunya, Mush’ab bin Umair merupakan penyembah berhala sebelum hijrah kepada Islam. Baca juga: Asal Usul Bubur Asyura dan Kisah di Baliknya Setelah Mush’ab bin Umair masuk Islam, ibundanya pun geram serya berkata kepadanya: "Hei anakku, tinggalkan agamamu, kalau kau tidak mau meninggalkan agamamu wahai anakku, maka ibu tidak akan mau makan, minum dan biarkan ibu di bawah teriknya matahari, sampai ibu mati karena ibu tidak rela karena engkau masuk Islam,” ucap ibunda Mush’ab bin Umair.

Lalu Mush’ab menjawab: "Ibuku, aku sayang kepadamu, aku cinta kepadamu, tapi walaupun engkau punya seratus nyawa dan seratus nyawa itu keluar dan engkau seratus kali mati, aku tidak akan pernah meninggalkan agamaNya Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam,".

Setelah itu, saudara Mush’ab bin Umair mengancam beliau untuk menghentikan fasilitas yang sudah diberikan kepadanya. Mush’ab bin Umair bahkan diusir hingga hijrah ke Madinah. Pada akhirnya, Mush’ab bin Umair sampai pada suatu peperangan yaitu perang Uhud, di mana ia memegang bendera di bawah panji Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Saat itu, salah satu anggota pasukan musuh, Ibnu Qamitah menebas kedua tangan Mush'abdan menombak dada pemuda mulia itu. Seketika itu juga Mush’ab bin Umair gugur sebagai syuhada. Lalu, datanglah sahabat dan Rasulullah untuk menengok kondisi Mush’ab bin Umair yang ditutupi dengan bajunya sendiri.

Rasulullah berkata: “Lihatlah Mush'ab dahulunya dia seorang pemuda dengan pakaian terindah tapi ketika ia meninggal dunia bahkan kain kafannya pun tidak cukup untuk menutupinya, tapi dia syahid di jalan Allah, tidak menjual agamanya untuk dunia," "Saatnya kita sebagai pemuda sudah seharusnya mempunyai 4 sifat yaitu shiddiq, amanah, tabligh dan fathanah," ujar Ustadz Syam.

Rasulullah juga memberikan pesan kepada anak muda: "Aku pesankan agar kalian berbuat baik kepada para pemuda, karena sebenarnya hati mereka itu lembut. Allah telah mengutus aku dengan agama yang lurus dan penuh toleransi, lalu para pemuda bergabung memberikan dukungan kepadaku. Sementara para orangtua menentangku," (Al-Hadits).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya