Share

2 Hak Istri dalam Perkawinan, Suami Wajib Tahu

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 30 Desember 2021 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 614 2524819 2-hak-istri-dalam-perkawinan-suami-wajib-tahu-W3pUjvIQdg.jpg Ilustrasi hak istri dalam perkawinan. (Foto: Freepik)

HAK istri dalam perkawinan wajib diketahui setiap Muslim. Ini agar tidak ada hak atau kewajiban dari suami dan istri yang terabaikan. Apa saja hak-hak istri dalam pernikahan menurut syariat Islam? Berikut penjelasannya.

Seperti dihimpun dari laman nu.or.id, Kamis (30/12/2021), Ustadz M Tatam Wijaya, petugas pembantu pencatat pernikahan (P4) di KUA Sukanagara, Cianjur, mengungkapkan bahwa istri memiliki keistimewaan hak mahar hingga hak mut'ah bila bercerai.

Baca juga: Demi Jadi Mualaf, Pria Ini Rela Jari-Jari Tangannya Dipotong sang Ayahย 

1. Hak mahar

Mahar atau biasa disebut "shadaq" dalam bahasa Arab atau "maskawin" dalam bahasa Indonesia adalah sejumlah harta yang wajib diberikan suami kepada istri dalam akad nikah.

Salah satu dalil yang mewajibkannya adalah, "Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan." (QS An-Nisa: 4)

Mahar hanyalah milik istri. Artinya, tidak ada hak bagi seorang pun di antara para walinya. Begitupun suaminya. Meski memiliki hak untuk memegang, mereka hanya memegang dan memelihara tanpa bermaksud memiliki atau memakainya. Ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

ููŽู„ุงูŽ ุชูŽุฃู’ุฎูุฐููˆุงู’ ู…ูู†ู’ู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆุงู‹ ุฃูŽุชูŽุฃู’ุฎูุฐููˆู†ูŽู‡ู ุจูู‡ู’ุชูŽุงู†ุงู‹ ูˆูŽุฅูุซู’ู…ุงู‹ ู…ู‘ูุจููŠู†ุงู‹

Artinya: "Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?" (Surah An-Nisa: 20)

Baca juga: Unik! Abu Nawas Obati Sakit Pangeran Cuma Pakai Cerita Orang Tuaย 

Meski demikian, jika ada kerelaan dari si istri untuk memberikan maharnya kepada pihak lain, baik kepada suami, orang tua, maupun saudaranya, baik sebagian maupun keseluruhan, maka tidak ada masalah untuk menerimanya. Dan tidak ada dosa bagi yang memakai atau memakannya. Hal itu sejalan dengan ayat berikut ini, Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. (QS An-Nisa: 4)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

2. Hak mutโ€˜ah

Secara bahasa, mutโ€˜ah adalah sesuatu yang bisa dinikmati atau dimanfaatkan. Sedangkan mutโ€˜ah dalam pembahasan ini adalah harta yang diberikan suami kepada istri yang diceraikannya. Mutโ€™ah ini wajib diserahkan suami kepada istrinya apabila:

- Si istri ditalak setelah dicampuri

- Si istri ditalak sebelum dicampuri, namun maharnya tidak disebutkan sewaktu akad

- Jika diputuskan oleh pengadilan harus bercerai, sedangkan sebab perceraiannya datang dari pihak suami, seperti murtad atau mengajak liโ€˜an, dengan catatan, perceraiannya dilakukan setelah bercampur dan mahar tidak disebutkan sewaktu akad. Sedangkan istri yang ditalak sebelum dicampuri dan maharnya disebutkan sewaktu akad, maka tidak ada hak mutโ€˜ah bagi si istri tetapi separuh mahar yang disebutkan. Demikian menurut pendapat ulama Syafiโ€˜i. (Lihat: Syekh Mushthafa al-Khin, al-Fiqh al-Manhaji, Jilid 4, halaman 5)

Baca juga: Ini Hukum Mempoligami Dua Saudara Tiri Menurut Syariat Islamย 

Adapun dasar pemberian mutโ€™ah adalah ayat yang menyebutkan:

ู„ุง ุฌูู†ุงุญูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฅูู†ู’ ุทูŽู„ู‘ูŽู‚ู’ุชูู…ู ุงู„ู†ู‘ูุณุงุกูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุชูŽู…ูŽุณู‘ููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุชูŽูู’ุฑูุถููˆุง ู„ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ููŽุฑููŠุถูŽุฉู‹ ูˆูŽู…ูŽุชู‘ูุนููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ููˆุณูุนู ู‚ูŽุฏูŽุฑูู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูู‚ู’ุชูุฑู ู‚ูŽุฏูŽุฑูู‡ู ู…ูŽุชุงุนุงู‹ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ุญูŽู‚ู‘ู‹ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุญู’ุณูู†ููŠู†ูŽ

Artinya: "Tidak ada kewajiban membayar (mahar) bagi kamu, jika kamu menceraikan istri-istri kamu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya. Dan hendaklah kamu berikan suatu mut'ah (pemberian) kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut yang patut. Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan," (QS Al Baqarah: 236)

Baca juga: Inspirasi Sukses TKW di Arab Saudi, Giat Bekerja hingga Menikah dengan Jenderalย 

Selain itu, pemberian mahar juga sebagai bentuk menceraikan yang baik sebagaimana yang dimaksud dalam ayat, Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. (QS Al Baqarah: 229)

Kemudian jika mengacu kepada ayat tersebut, besaran mutโ€˜ah dikembalikan pada kemampuan suami. Namun, menurut ijtihad ulama Syafii, mutโ€™ah dianjurkan tidak kurang dari 30 dirham atau senilai dengannya, namun tidak lebih dari setengah mahar mistil.

Baca juga: Hukum Menikahi Ibu Tiri dari Istri alias Mertua Tiri, Boleh atau Haram?ย 

Sedangkan besaran pertengahannya adalah satu pakaian. Kemudian ketika terjadi perselisihan antara suami dan istri yang dicerainya tentang besarannya, hakim bisa memutuskan sesuai dengan keadaan dan pertimbangan. (Lihat: Syekh az-Zuhaili, al-Fiqhu al-Islami wa Adillatuhu, Jilid 9, halaman 6834)

Terakhir, hak mutโ€˜ah ini bisa gugur dalam setiap keadaan gugurnya mahar, seperti istri murtad atau menuntut pembatalan nikah (fasakh), sementara belum terjadi hubungan intim. Begitu pula mahar dan mutโ€™ah gugur apabila dibebaskan atau dihibahkan oleh si istri kepada suaminya.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Mengenal Kata Qadarullah: Arti hingga Waktu Pengucapannyaย 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini