Share

Dua Amal Sederhana dan Paling Utama di Sisi Allah Ta'ala, Miliki Pahala Besar

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 06 Januari 2022 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 330 2528202 dua-amal-sederhana-dan-paling-utama-di-sisi-allah-ta-ala-miliki-pahala-besar-GHkTOrnuX7.jpg Ilustrasi dua amal sederhana dan paling utama di sisi Allah Ta'ala. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

DUA amal sederhana dan paling utama di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala hendaknya jadi fokus ibadah kaum Muslimin. Ini bisa dijadikan ladang meraih banyak amal salih untuk bekal di akhirat kelak.

Sebagaimana dikutip dari laman nu.or.id, Kamis (6/1/2022), Alquran memerintahkan umat Islam selalu berpegang pada perintah Allah Subhanahu wa ta'ala dan menjalin silaturahmi terhadap sesama umat manusia. Alquran meminta Muslimin tidak bercerai-berai. Perintah ini bukan hal main-main. Perintah Alquran tersebut menjadi perintah luar biasa.

Baca juga: Abu Nawas Sengaja Membelakangi Raja, Kok Semua Malah Tertawa Terpingkal-pingkal 

1. Beriman kepada Allah Ta'ala

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengatakan bahwa keimanan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan kebaikan kepada orang lain menjadi kunci ibadah secara keseluruhan. Keduanya merupakan amalan utama dan dapat mendatangkan ridha Allah Ta'ala.

خصلتان لا شيء أفضل منهما الإيمان بالله والنفع بالمسلمين

Artinya: "Dua hal di mana tidak ada yang lebih utama dari keduanya, yaitu beriman kepada Allah dan bermanfaat kepada umat Islam." (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nashaihul Ibad, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa tahun], halaman 4)

Baca juga: MUI Soroti Artis-Artis Adopsi Boneka Arwah: Segera Tobat, Perbanyak Istigfar 

Oleh karena itu, niat seseorang di pagi hari bahkan juga sangat penting. Niat pagi-pagi seseorang mendapatkan penilaian istimewa dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Dalam hadis berikut ini, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menjelaskan ganjaran bagi mereka yang tidak memiliki niat berbuat zalim dan mereka yang berniat membela orang yang terzalimi.

من أصبح لا ينوي الظلم على أحد غفر له ما جنى ومن أصبح ينوى نصرة المظلوم وقضاء حاجة المسلم كانت له كأجر حجة مبرورة

Artinya: "Siapa saja berpagi hari tanpa berniat zalim, niscaya diampuni baginya dosa yang telah dikerjakan. Siapa saja yang berpagi hari dengan berniat membela orang terzalimi dan memenuhi hajat umat Islam, niscaya ia beroleh pahala sebesar pahala haji mabrur." (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nashaihul Ibad: 4)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

2. Bermanfaat untuk orang lain

Sebaliknya, Allah Subhanahu wa ta'ala sangat mencintai hamba-Nya yang bermanfaat bagi orang lain baik hartanya maupun jiwa dan raganya. Sesuatu yang membahagiakan, menghilangkan rasa lapar, membuka jalan atas kesulitan, atau membayarkan utang orang lain merupakan ibadah paling utama di sisi Allah Ta'ala sebagaimana hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam berikut ini.

أحب العباد إلى الله تعالى أنفع الناس للناس وأفضل الأعمال إدخال السرور على قلب المؤمن يطرد عنه جوعا أو يكشف عنه كربا أو يقضي له دينا.

Artinya: "Hamba yang paling disukai Allah adalah orang yang paling bermanfaat kepada orang lain. Sementara amal yang paling utama adalah memasukkan kebahagiaan di hati orang yang beriman yang menolak rasa lapar, membuka jalan atas kesulitannya, atau membayarkan utangnya." (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nashaihul Ibad: 4)

Baca juga: Kisah Ibu dan Anak Asal Prancis Mantap Bersyahadat, Berawal Perlakuan Baik Tetangga Muslim 

Baca juga: Viral Kumandang Azan Dilengkapi Terjemahan Bahasa Isyarat, Netizen: Keren Banget 

Adapun berikut ini peringatan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam agar umat Islam menjauhi kemusyrikan terhadap Allah Subhanahu wa ta'ala dan kezaliman terhadap orang lain. Kedua hal ini merupakan perbuatan terkeji. Keduanya sangat dibenci oleh Allah Ta'ala sebagaimana sabda Rasulullah yang dikutip dalam Kitab Nashaihul Ibad berikut ini:

وخصلتان لا شيء أخبث منهما الشرك بالله والضر بالمسلمين

Artinya: "Dua hal di mana tidak ada yang lebih keji dari keduanya, yaitu menyekutukan Allah dan memudharatkan umat Islam." (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nashaihul Ibad: 4)

Dengan kata lain, kalau tidak dapat berbuat baik terhadap orang lain, sekurang-kurangnya tak berbuat sesuatu yang membahayakan mereka atau berbuat zalim terhadap mereka.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini