2. Bermanfaat untuk orang lain
Sebaliknya, Allah Subhanahu wa ta'ala sangat mencintai hamba-Nya yang bermanfaat bagi orang lain baik hartanya maupun jiwa dan raganya. Sesuatu yang membahagiakan, menghilangkan rasa lapar, membuka jalan atas kesulitan, atau membayarkan utang orang lain merupakan ibadah paling utama di sisi Allah Ta'ala sebagaimana hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam berikut ini.
أحب العباد إلى الله تعالى أنفع الناس للناس وأفضل الأعمال إدخال السرور على قلب المؤمن يطرد عنه جوعا أو يكشف عنه كربا أو يقضي له دينا.
Artinya: "Hamba yang paling disukai Allah adalah orang yang paling bermanfaat kepada orang lain. Sementara amal yang paling utama adalah memasukkan kebahagiaan di hati orang yang beriman yang menolak rasa lapar, membuka jalan atas kesulitannya, atau membayarkan utangnya." (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nashaihul Ibad: 4)
Baca juga: Kisah Ibu dan Anak Asal Prancis Mantap Bersyahadat, Berawal Perlakuan Baik Tetangga Muslim
Baca juga: Viral Kumandang Azan Dilengkapi Terjemahan Bahasa Isyarat, Netizen: Keren Banget
Adapun berikut ini peringatan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam agar umat Islam menjauhi kemusyrikan terhadap Allah Subhanahu wa ta'ala dan kezaliman terhadap orang lain. Kedua hal ini merupakan perbuatan terkeji. Keduanya sangat dibenci oleh Allah Ta'ala sebagaimana sabda Rasulullah yang dikutip dalam Kitab Nashaihul Ibad berikut ini:
وخصلتان لا شيء أخبث منهما الشرك بالله والضر بالمسلمين
Artinya: "Dua hal di mana tidak ada yang lebih keji dari keduanya, yaitu menyekutukan Allah dan memudharatkan umat Islam." (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nashaihul Ibad: 4)
Dengan kata lain, kalau tidak dapat berbuat baik terhadap orang lain, sekurang-kurangnya tak berbuat sesuatu yang membahayakan mereka atau berbuat zalim terhadap mereka.
Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)