Share

Terungkap, Ini Negara Paling Banyak Dihuni Keturunan Nabi Muhammad

Rusman H Siregar , Jurnalis · Kamis 13 Januari 2022 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 614 2531543 terungkap-ini-negara-paling-banyak-dihuni-keturunan-nabi-muhammad-Mwhqh4D1Mq.jpg Habib-habib ulama Indonesia keturunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. (Foto: Istimewa/Sindonews)

Asal Mula Habib di Indonesia

Sebagaimana diungkapkan Habib Zein bin Umar, anak keturunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam yang ada di Indonesia berasal dari Hadhramaut Yaman lewat Muhammad al Faqih Muqaddam bin Muhammad Shahib Mirbath. Keturunan Nabi yang pindah ke Hadhramaut dari Basrah ialah Ahmad al Muhajir (generasi ke-8 dari keturunan Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra).

Beliau pergi bersama keluarganya. Sementara saudaranya, Muhammad bin Isa, tetap di Irak di masa pemerintahan Khalifah Abbassiyah. Sebelum ke Yaman, Zurriyah Nabi yang lebih dikenal Al Imam Ahmad bin Isa ini semula hijrah ke Madinah dan Makkah, sekira tahun 896 Masehi, di dekat makam buyutnya.

Baca juga: Abu Nawas Divonis Mati Gara-Gara Buang Air Besar di Sungai, Kok Bisa? 

Alasan kepindahannya karena saat itu ada banyak fitnah bahwa keturunan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bakal mengambil alih kekuasaan. Fitnah ini membuat pemerintah yang berkuasa saat itu cemas sehingga banyak keturunan Nabi diburu bahkan dibunuh.

Imam Ahmad bin Isa tidak mau anak-anaknya terlibat dalam keruwetan politik, akhirnya dia bicara dengan saudaranya, Muhammad bin Isa, bahwa saya akan hijrah.

Hadhramaut, sebuah lembah yang cukup subur untuk ukuran negeri Yaman, tetap saja suatu negeri miskin, kering kerontang, dan tidak ada apa-apa, demikian kata Habib Zein. "Dia memikirkan supaya anak dan keturunannya memegang agama dengan murni, tidak terkontaminasi segala macam masalah politik."

"Zaman itu Hadhramaut dihuni penduduk lokal yang tidak memegang mazhab seperti kita. Ahmad bin Isa berdakwah di situ. Dia mendapatkan perlawanan-perlawanan, penolakan-penolakan yang cukup keras sehingga terjadi friksi, sampai dia mendapatkan murid dan pengikut," cerita Habib Zein bin Umar.

Baca juga: Cerita Mualaf Sukses Miliki 50 Toko Berkat Bacaan Bismillah Ibunya 

Keturunan dari Ahmad al Muhajir inilah hingga Muhammad al-Faqih Muqaddam yang pergi ke Asia Tenggara dan Nusantara. "Dari tiga golongan orang-orang Hadhramaut yakni Sa'adah, Masyaikh, Qabail, kita lebih mengenal Sayyid. Golongan ini yang kemudian kita kenal juga dengan panggilan Habib," kata Habib Zein seraya meluruskan istilah Habib.

"Seharusnya kita harus bisa memilah antara Sayyid dan Habib. Apakah dia benar-benar baik, mengajar dengan ilmu dan akhlaknya juga baik, dan dia menjadi panutan?" Salah kaprah antara Habib dan Sayyid ini jadi perhatian Habib Zein.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini