Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terungkap, Ini Negara Paling Banyak Dihuni Keturunan Nabi Muhammad

Rusman H Siregar , Jurnalis-Kamis, 13 Januari 2022 |11:39 WIB
Terungkap, Ini Negara Paling Banyak Dihuni Keturunan Nabi Muhammad
Habib-habib ulama Indonesia keturunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. (Foto: Istimewa/Sindonews)
A
A
A

Akhirnya gelar Sayyid-nya mulai hilang, dan berganti dengan julukan Habib. Sementara di beberapa tempat, misal di Aceh, dipanggil Said. Di Malaysia, dipanggil Said. Sebetulnya, habib ini punya kedudukan tertentu, istimewa. Artinya dipanggil habib itu orang yang benar dan dicintai.

Kemudian yang kedua, dia benar menjadi ahli ilmu. Misal, orang biasa dari keturunan mungkin cukup dengan Sayid. Tetapi sekarang titel Habib, karena terjadi degradasi, menjadi panggilan keakraban, untuk akrab. Jadi bukan untuk julukan ulama besar.

"Seharusnya kita bisa memilah antara Sayid dan Habib. Apakah orangnya benar-benar baik, mengajar dengan ilmu dan akhlaknya mulia, dan menjadi panutan? Kalau Sayid ya Sayid, kita dari keturunan. Orang dari keturunan menjadi seperti saya itu bukan pilihan, tetapi ini kodrat dari Allah," papar Habib Zein.

Baca juga: Alquran Surat Al Furqan Ayat 1-77 Lengkap Terjemahan, Arti, serta Keutamaannya 

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini, Kamis 13 Januari 2022M/10 Jumadil Akhir 1443H 

Marga Paling Tua di Indonesia

Siapa yang tertua dari puluhan marga yang ada di Indonesia? Marga tertua dan paling dekat ialah Assegaf. Lalu Assegaf ini tinggi, keturunannya ada Al-Attas. Jadi kalau dilihat, rata-rata keturunan yang ada di Indonesia ini keturunan ke-37 atau ke-38.

Di Indonesia, kalau di Jakarta, paling besar Al-Attas, nomor dua Al-Hadad. Kalau di Surabaya, mungkin yang banyak Al-Jufri. Sekarang dari total 100 lebih marga yang ada di Indonesia, yang masih tersisa hanya 68. Lainnya punah, tidak ada keturunan. Ada yang masih banyak di Indonesia, sementara sudah tidak ada di Hadramaut.

"Marga Baraqbah, misalnya, di sana sudah tidak ada, tetapi di Indonesia banyak. Jadi populasi keturunan para Sayyid itu di Indonesia. Berapa jumlah total keseluruhan? Ini masih kita data. Saya belum bisa memberikan angka pasti, apakah totalnya 500 ribu, apakah 1 juta apakah 1,5 juta, saya belum tahu," jelas Habib Zein.

Tetapi karena kelihatannya besar sekali, setiap orang punya pengaruh besar. Kalau di Jakarta, ada di Tanah Abang, Kampung Melayu, Pekojan, dan yang terbesar di Condet, Jakarta Timur. Karena Condet ini bukan hanya orang Jakarta saja, tetapi banyak juga hijrahan dari Jawa Timur, tinggalnya di Condet, membentuk komunitas (kampung) Arab lebih besar.

Wallahu a'lam bishawab.

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement