KIAI Haji Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya mengatakan sihir merupakan salah satu ilmu gaib yang wajib dihindari setiap Muslim karena termasuk perbuatan musyrik. Jangan pernah berhubungan dengan sihir, lalu jangan takut terkena.
Buya Yahya mengatakan sihir memang ada dan pada dasarnya dilakukan oleh setan. "Racun dikirim bisa. Kalau penyakit dikirim misalnya sihir. Orang beriman jangan takut sama sihir," ujar pimpinan Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon ini, seperti dikutip dari kanal YouTube Cahaya Islam, Senin (24/1/2022).
Baca juga: Siasat Aneh Abu Nawas Supaya Tak Dimasak Jadi Bubur, Kok Malah Korbanin Raja?
Baca juga: Berkat Sedekah Jumat, Suami Istri Selamat dari Kecelakaan Maut Balikpapan
Buya Yahya mengatakan, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam juga pernah terkena sihir. Akan tetapi itu tidak memengaruhi dirinya, apalagi kewahyuan Rasulullah.
Maka itu, Buya Yahya menegaskan jangan pernah takut sihir karena itu akan bersifat sementara waktu saja. "Kalau sihirnya menimpa Anda itu enggak akan bertahan lama. Dia (sihir) akan mampir saja lalu pergi," terangnya.
Oleh karena itu, supaya terhindar dari sihir senantiasa lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Kemudian, lanjut Buya Yahya, memperbanyak zikir dan mengamalkan Alquran akan menjauhkan diri dari segala sesuatu yang buruk, khususnya seperti sihir.
Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini, Senin 24 Januari 2022M/21 Jumadil Akhir 1443H
Baca juga: Bacaan Zikir Pagi Hari Ini, Senin 24 Januari 2022M/21 Jumadil Akhir 1443H
Adapun amalan-amalan yang bisa dilakukan supaya terhindar dari sihir yakni membaca Surat An-Nas dan Ayat Kursi sebelum tidur. Kemudian dilengkapi zikir-zikir lainnya dibaca secara rutin, maka akan terhindar dari sihir serta yakin kepada kekuasaan Allah Subhanahu wa ta'ala.
"Kita ada Allah, dengan dzikir enggak usah pakai jimat. Itu akan menjauhkan kita dari gangguan yang tidak terlihat. Jadi gangguan di rumah kita itu ada dua, yang terlihat dan tidak terlihat," pungkas Buya Yahya.
Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)