Share

Biografi Imam Ahmad bin Hanbal: Ahli Ilmu yang Zuhud dan Dermawan

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 614 2537312 biografi-imam-ahmad-bin-hanbal-ahli-ilmu-yang-zuhud-dan-dermawan-OF6HrnHskR.jpg Ilustrasi biografi Imam Ahmad bin Hanbal. (Foto: Shutterstock)

BIOGRAFI Imam Ahmad bin Hanbal sebagai salah satu imam mazhab hendaknya diketahui setiap Muslim. Imam Ahmad bersama Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Syafi'i memegang teguh ajaran Islam sesuai petunjuk Alquran dan As-Sunnah.

Dinukil dari laman Muslimah.or.id, Selasa (25/1/2022), di dalam buku terjemahan 'Syarah Ushulus Sunnah, Keyakinan Al Imam Ahmad rahimmahullah dalam Aqidah', Syaikh Walid bin Muhammad Nubaih menerangkan Imam Ahmad memiliki nama lengkap Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal Asy-Syaibani. Beliau lahir di Kota Baghdad pada bulan Rabiul Awwal tahun 164H (780M).

Baca juga: Biografi Imam Ahmad bin Hanbal: Pendiri Mazhab Hanbali yang Hafal Lebih dari 1 Juta Hadis 

Imam Ahmad bin Hanbal merupakan pendiri Mazhab Hanbali. Ia memiliki ilmu yang sangat luar biasa terkait fikih Islam. Pujian dari para ulama pun mengalir deras untuk Imam Ahmad.

Berkata Imam Al Hasan bin Ar Rabi’, "Jikalau tidak ada Imam Ahmad, niscaya banyak orang yang mengada-adakan bidah dalam agama."

Berkata pula Imam Ibnu Qutaibah, "Sesudah wafat Imam Ats-Tsauri lenyaplah wara’ (sikap berhati-hati dalam agama), sesudah wafat Imam Asy Syafi'i lenyaplah sunah, dan nanti sesudah wafat Imam Ahmad maka perbuatan bid'ah akan merajalela.

Selain itu, seorang ahli hadis terkemuka dan ternama bernama Imam Ali al Madini juga berkata tentang kebesaran Imam Ahmad bin Hanbal, "Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memelihara Ahmad bin Hanbal, karena ia pada hari ini menjadi hujjah Allah Subhanahu wa ta’ala atas segenap makhluk-Nya."

Baca juga: Abu Nawas Berambisi Memperistri Gadis Cantik, tapi Kok Alasannya Buat Ibunya? 

Zuhud, Dermawan, dan Ahli Ilmu

Meskipun kerap menderita kekurangan, Imam Ahmad sangat memelihara kehormatan dirinya. Bahkan dalam keadaan papa tersebut, beliau senantiasa berusaha menolong dan menjadikan tangannya selalu di atas.

Berkata Imam Yahya bin Hilal al Warraq, "Aku pernah berkunjung kepada Imam Ahmad, kemudian beliau mengeluarkan 4 dirham kepadaku, dan berkata, 'Ini semua yang aku punya pada hari ini untukmu'."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sedemikian dermawannya Imam Ahmad, beliau pun tidak pernah gusar hatinya untuk mendermakan sesuatu yang dimiliki satu-satunya pada hari itu. Seperti yang disaksikan oleh Imam Harun al-Mustamili, "Pada suatu tempat, aku pernah berbincang-bincang dengan Imam Ahmad, kemudian aku berkata kepadanya, hari ini aku tidak mempunyai sesuatu pun. Maka seketika itu beliau memberiku 5 dirham, sambil berkata, 'Aku tidak memiliki lagi sesuatu selain ini'."

Selanjutnya di samping kearifan dan kedermawanannya yang memikat, Imam Ahmad pun terkenal seorang yang zuhud dan wara’. Bersih hatinya dari segala macam pengaruh kebendaan, serta menyibukkan diri dengan zikir dan membaca Alquran, atau pula menghabiskan seluruh usianya untuk membersihkan agama dan mengikisnya dari kotoran-kotoran bid'ah dan pikiran yang sesat.

Baca juga: 3 Kali Khatam Alquran demi Fitnah Islam, Wendy Lofu Akhirnya Jadi Mualaf 

Berkata Sulaiman bin al Asy’ats, "Aku belum pernah mendengar Imam Ahmad menyebut urusan keduniaan. Dan apabila beliau merasa lapar, diambilnya pecahan-pecahan roti kering, lalu diembuskannya supaya keluar debunya, kemudian direndam ke dalam air di dalam pinggan besar sampai basah, sesudah itu barulah dimakannya dengan garam."

Demi memelihara kezuhudan, kehormatan dan martabat ilmunya itu, Imam Ahmad sering menolak berbagai pemberian dari para hartawan dan bangsawan. Bilapun beliau menerima suatu bingkisan atau hadiah dari tetangganya, maka seketika itu pula beliau membalasnya dengan yang setimpal bahkan lebih.

Hal tersebut sebagaimana yang telah disaksikan oleh Imam al Marwazi, "Pada suatu hari Imam Ahamad menerima pemberian air zam-zam dari seorang sahabatnya, kemudian seketika itu pula beliau memberi balasan dengan gandum yang baik dan gula. Imam Ahmad, sebagaimana para pendahulunya, beliau kerap kali banyak menghadapi kesulitan dan berbagai cobaan dari para penguasa. Akan tetapi berkat kezuhudan dan sikapnya yang senantiasa menjadikan akhirat di depan matanya, maka semua itu sedikit pun tidak menghentikan beliau dari kegiatannya mengajar dan menimba ilmu, sehingga pengetahuannya pun semakin bertambah dan kian bertambah.

Baca juga: Viral Masjid di Mal Ini Super-Nyaman dan Modern, Makin Khusyuk Beribadah 

Imam Abu Razaq berkata, "Sesungguhnya aku belum pernah melihat seseorang yang lebih pandai tentang urusan hukum agama dan lebih teliti perbuatannya selain Imam Ahmad bin Hanbal."

Imam Ibrahim al Harbi juga berkata, "Kalau aku melihat Imam Ahmad, seolah-olah Allah Subhanahu wa ta’ala menghimpunkan kepadanya pengetahuan orang-orang dahulu dan orang-orang yang datang kemudian."

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini