Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Para Habaib Ditemui Presiden Soekarno Diminta Menentukan Hari dan Waktu Memproklamirkan Kemerdekaan

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 25 Januari 2022 |13:10 WIB
Kisah Para Habaib Ditemui Presiden Soekarno Diminta Menentukan Hari dan Waktu Memproklamirkan Kemerdekaan
Kisah para habib yang diungkapkan Habib Zein Bin Umar Sumaith (foto: Sekretariat Rabithah Alawiyah)
A
A
A

JAKARTA – Kemerdekaan Republik Indonesia yang di proklamirkan oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1945 ternyata tidak lepas dari peran ulama dan para habaib. Mereka yang berasal dari negeri Hadhramaut, Yaman awalnya datang ke Indonesia untuk berdakwah menyebarkan Islam dan berdagang.

Keberadaan para habaib di Indonesia ibarat oase bagi kaum muslimin. Perannya dalam menyemangati pemuda Islam melawan penjajah tentu tak dapat dikesampingkan.

Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zein bin Umar Sumaith mengatakan, Sudah merupakan fakta sejarah para habaib melakukan dakwahnya dengan menyemangati para pemuda dan umat Islam untuk menyingkirkan penjajah. “Ini tercatat dalam sejarah kemerdekaan Indonesia,” ujar Habib Zein bin Umar Sumaith kepada Okezone.com.

Baca Juga: Terungkap, Ini Negara Paling Banyak Dihuni Keturunan Nabi Muhammad

Beberapa nama habaib tercatat dalam sejarah turut andil di balik kemerdekaan Indonesia. Di antaranya Habib Idrus bin Salim Al-Jufri yang dikenal sebagai penggagas bendera pusaka merah putih. Habib idrus merupakan ulama besar kelahiran Tarim, 15 Maret 1892.

Beliau telah diangkat menjadi mufti di usia muda yakni 25 tahun di Kota Taris, Hadhramaut. Ia dikenal sebagai ulama tokoh pejuang di Sulawesi Tengah dalam bidang pendidikan Islam.

Di usia 41 tahun, ulama yang akrab dipanggil Guru Tua itu mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Al-Khairat. Kemudian pada tahun 1930 Habib Idrus hijrah ke Kota Palu hingga akhir hayatnya pada 22 Desember 1969.

Baca Juga: Melacak Ulama Indonesia Keturunan Rasulullah, Begini Alurnya

Selanjutnya ada pula nama Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi (Kwitang). Beliau merupakan penentu hari dan waktu proklamasi kemerdekaan Indonesia. Ulama kelahiran Jakarta, 20 April 1870 itu merupakan pelopor berdirinya majelis taklim di Indonesia. Habib Ali Al-Habsyi juga ikut mendorong berdirinya partai politik berazaskan Islam yang kemudian dikenal dengan Partai Syarikat Islam.

Presiden Soekarno sebelum memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, terlebih dulu menemui Habib Ali Al-Habsyi untuk dimintai pendapatnya mengenai hari dan waktu yang tepat untuk membacakan proklamasi.

Habaib lainnya yang berjasa terhadap bangsa dan negara ialah Syarif Abdul Hamid Al-Qadri atau Sultan Hamid II. Putra sulung Sultan Pontianak ke-6, Sultan Syarif Muhammad bin Yusuf Al-Qadri itu lahir di Pontianak, Kalimantan Barat pada 12 Juli 1913. Beliau masih keturunan dari Syarif Abdurrahman bin Husein Al-Qadri.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement