Share

Muslim Dapat Cokelat Hari Valentine, Bolehkah Dimakan?

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 14 Februari 2022 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 14 330 2547102 muslim-dapat-cokelat-hari-valentine-bolehkah-dimakan-CW4gSgWZaN.jpg Ilustrasi hukum mendapat cokelat Hari Valentine. (Foto: Shutterstock)

HARI Valentine yang diperingati sebagian orang setiap tanggal 14 Februari identik dengan hadiah makanan cokelat. Lantas, bagaimana hukumnya seorang Muslim mendapat cokelat Hari Valentine? Boleh atau haram? Ini penjelasan lengkapnya.

Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon KH Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya menyebut barang atau makanan yang dihadiahkan di Hari Valentine tidak bersifat haram. Namun, dikhawatirkan pemakannya yang merupakan orang Islam akan menikmati dan ikut terbawa dengan syiar agama lain.

Baca juga: Hari Valentine Menurut Islam, Benarkah Haram? Ini Kata Buya Yahya 

"Adapun sesuatu yang dihadiahkan di acara semacam itu, barangnya bukan barang yang haram. Bisa saja dimakan. Tapi yang dikhawatirkan karena Anda menikmati, maka Anda akan terbawa. Anda diberi oleh orang Nasrani yang merayakan Natalan sekalipun, misalnya permen, kue, halal kita makan, bukan sesuatu yang haram," papar Buya Yahya, dikutip dari video berjudul 'Hukum Menerima Cokelat Valentine' di kanal YouTube Al Bahjah TV, Senin (14/2/2022).

"Tapi kalau pemberiannya itu dalam irama membesarkan, itu dosa niatnya tadi. Tidak haram dimakan jika hatimu kuat, tidak ikut-ikutan esok hari. Cokelat adalah halal, diberikan dengan sukarela itu halal, cuma haramnya adalah jika ada nilai pengagungan terhadap syiar itu jadi haram," jelasnya.

Buya Yahya juga mengajak muda-mudi Muslim tidak perlu ikut merayakan Hari Valentine. Sebab, kasih sayang sesungguhnya sudah didapat dari ajaran Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.

Baca juga: Masya Allah, Begini Wujud Hajar Aswad ketika Di-Zoom 4.000 Kali 

"Anda tidak perlu ikut-ikutan wahai anak-anakku semuanya. Kasih sayang yang diajarkan baginda Nabi, kasih sayang kita adalah sambung dengan Nabi. Karena Nabi adalah Rahmatan Lil Alamin, kasih sayang sedunia," ungkap Buya Yahya dengan lembut.

"Anda punya memiliki Nabi Muhammad dan punya pendidikan dari Nabi, itu kasih sayang yang sesungguhnya. Ngajarin berkasih sayang di dalam perang. Mengajari kasih sayang dengan binatang sekalipun," imbuhnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Lebih lanjut Buya Yahya juga mengatakan bahwa Hari Valentine budaya masyarakat di luar Islam. Ia bahkan menyebut bahwa kisah Hari Valentine tidak berangkat dari umat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, dan justru mengagungkan seseorang yang menganut agama lain.

Baca juga: Wayang Itu Haram, Ini Tanggapan Sudjiwo Tedjo 

Baca juga: Hari Valentine Trending Topic, Ini Nasihat dari Ustadz Abdul Somad 

"Anda kan bisa membaca sayangku. Apakah itu kisah seorang yang salih kepada Nabi Muhammad atau tidak. Kisah Valentine Day adalah kisah yang mengagungkan seorang santo di dalam agama yang bukan dari agama kita, mengagungkan syiar yang bukan syiar agama kita," papar Buya Yahya.

"Itu adalah kebatilan yang Anda tidak boleh ikut-ikutan, tidak boleh terbawa. Semeriah apa pun acara itu diadakan, Anda tidak boleh ikut. Yang sudah telanjur janjian, batalin," tukasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini