Share

Suami Sudah Kebelet, Mana Lebih Didahulukan Sholat atau Berjimak?

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 10 Maret 2022 04:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 09 614 2559086 suami-sudah-kebelet-mana-lebih-didahulukan-sholat-atau-berjimak-BlkWANl4vd.jpg Ilustrasi hubungan jimak suami istri. (Foto: Freepik)

USTADZ Dr Khalid Basalamah Lc MA mendapat pertanyaan dari salah satu jamaah perempuan. Ditanyakan, mana yang harus didahulukan sholat atau atau berhubungan intim (jimak) dengan suami. Bahkan ketika waktu sholat tiba ditandai dengan kumandang azan.

Dalam hal ini sang istri berpikir bahwa waktu sholat adalah suatu yang perlu diutamakan. Sementara berhubungan biologis dengan suami dirasa bisa dilakukan usai melaksanakan ibadah wajib.

Baca juga: Viral Bocah Penjual Basreng Sedekah Sembunyi-Sembunyi, Netizen: Beramal Gak Mesti Nunggu Kaya 

Menjawab pertanyaan tersebut, Ustadz Khalid Basalamah mengungkapkan, apabila suami yang mengajak istrinya berhubungan intim di waktu sholat dia bukan orang yang ahli ibadah atau awam, maka itu tidak dikatakan lalai.

"Kalau dari awal dia (suami) tidak pernah sholat on time, bukan yang ahli sholat ketika azan ke masjid, bukan. Di sini kalau suaminya masih awam, dia tidak lalai," terang Ustadz Khalid Basalamah dalam tayangan di kanal YouTube Muda Mengaji.

Baca juga: Terungkap Identitas Bocah Penjual Basreng yang Sedekah Sembunyi-Sembunyi untuk Pesantren Aa Gym 

Ia menambahkan, Imam Syafii pernah berkata bahwa sholat di awal waktu adalah yang paling afdhal. Tapi apabila seseorang tidak tepat waktu karena ada udzur, maka tidak apa-apa, karena masih ada waktu jeda sholat yang bisa langsung dilaksanakan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Lalu apabila suaminya juga ahli ibadah dan selalu sholat tepat waktu, tapi suatu hari ingin melakukan hubungan biologis lebih dulu, juga bisa dilihat dari sisi lain. Bisa jadi setelah melakukan hubungan intim tersebut, ia memiliki waktu panjang antara azan dan iqamah jangka waktunya lebih lama.

"Dan banyak alasan, banyak sekali. Kalau dirincikan mungkin bisa lebih dari sepuluh masalah dalam pertanyaan seperti ini. Jadi, mungkin ukhti yang bertanya ini lebih tahu keadaannya ya," pungkasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: 5 Fakta Wanita Berhijab Nikah di Gereja, Ada Konselor Pendamping 30 Pernikahan Beda Agama 

Baca juga: Apa Itu Istidraj yang Bisa Menjerumuskan ke Dosa-Dosa Besar? 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini