Share

Viral Pawang Hujan MotoGP Mandalika, Ini Nasihat Cerdas Ustadz Abdul Somad

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 23 Maret 2022 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 23 330 2566332 viral-pawang-hujan-motogp-mandalika-ini-nasihat-cerdas-ustadz-abdul-somad-yIQ4SGt93d.jpg Ustadz Abdul Somad (UAS) memberi nasihat soal polemik pawang hujan. (Foto: Dok Instagram)

VIRAL aksi pawang hujan di gelaran MotoGP Mandalika pada hari Ahad lalu. Aksi pawang hujan bernama Rara Istiani Wulandari itu memunculkan polemik di tengah masyarakat luas. Lantas, bagaimana hukumnya menurut ajaran agama Islam?

Ustadz Abdul Somad (UAS) sudah lama membahasnya. Ia mengatakan pawang hujan harus memohon doa hanya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Tidak boleh melakukan ritual-ritual ataupun persyaratan yang kotor karena disinyalir melibatkan jin.

Baca juga: Lebih Ampuh dari Pawang Hujan, Karomah Mbah Moen Ini Bikin Takjub Jamaah 

"Kalau mintanya sama Tuhan, tidak ada syarat-syarat yang kotor, kita sama-sama mendoakan kepada Allah, tak masalah," ucap Ustadz Abdul Somad dalam video di kanal YouTube Bang Jaynouar yang tayang pada 11 Agustus 2017.

Dia melanjutkan, namun sebaliknya, jika pawang hujan meminta penghentian hujan itu menggunakan syarat-syarat tertentu, seperti sesajen ataupun mantra-mantra, maka hal tersebut sama saja menyekutukan Allah Subhanahu wa ta'ala. Ini tentu saja tidak diperbolehkan dalam ajaran agama Islam.

"Tapi kalau dengan syarat-syarat bathil, minta kepada jin, mereka makin durhakan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala," sambung UAS.

Baca juga: Pawang Hujan Termasuk Syirik, Ustadz Dr Firanda Andirja Imbau Segera Tobat dengan Cara Ini 

Seperti dilansir nu.or.id, sebenarnya memohon meredakan hujan pernah dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam semasa hidupnya. Sebagaimana diterangkan dalam Sahih Bukhari yang diriwayatkan oleh Anas, Nabi pernah berdoa:

Allahumma hawalayna wa la ‘alayna, Allahumma alal akami wad thirobi, wa buthunil audiyyati wa manabitis syajari.

Artinya: "Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami, dan jangan turunkan kepada kami untuk merusak kami. Ya Allah turunkanlah hujan di dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Doa di atas menunjukkan betapa manusia hanya bisa berdoa mengharap belas kasihan ketika berhadapan dengan kekuatan alam yang merupakan tajjaliy dari Allah subhanahu wa ta'ala.

Bahkan, hanya sekadar mengatur air pun manusia tidak mampu. Dengan begitu, berhentinya hujan ataupun turunnya hujan memang dapat terjadi, tapi hanya atas izin dan kekuasaan Allah Yang Maha Kuasa.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Tifatul Sembiring Kritik Keras Pawang Hujan MotoGP Mandalika: Syirik, Sholat Tak Diterima 40 Hari 

Baca juga: Heboh Pawang Hujan di MotoGP Mandalika, Buya Yahya: Haram Itu Dukun 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini