Ulama Sepakat Niat Cukup di Dalam Hati
Ulama besar Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya mengenai niat di awal berbagai ibadah seperti ketika mengawali shalat dan ibadah lainnya. Apakah niat ketika itu harus diucapkan di lisan semisal dengan ucapan "nawaitu ashumu" (saya berniat untuk puasa), atau "usholli" (saya berniat untuk shalat)? Apakah seperti itu wajib dilakukan?
Beliau rahimahullah menjawab, "Segala puji bagi Allah. Niat thoharoh (bersuci) seperti akan berwudhu, mandi, tayamum, niat shalat, puasa, haji dan zakat, menunaikan kafaroh, serta berbagai ibadah lainnya, niat tersebut tidak perlu dilafazhkan. Bahkan yang benar, letak niat adalah di hati dan bukan di lisan, inilah yang disepakati para ulama. Seandainya seseorang salah mengucapkan niat lewat lisannya, lalu berbeda dengan apa yang ada di hatinya, maka yang jadi patokan adalah apa yang ada di hatinya, bukan apa yang ia ucapkan (lafazhkan).
Itulah informasi mengenai niat sholat tarawih. Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)