NIAT sholat tarawih sebagai makmum menarik dikupas dalam artikel kali ini. Pasalnya, tatanan ibadah sholat memiliki niat yang tergantung posisinya sebagai imam, makmum, atau saat dikerjakan sendiri.
Sholat tarawih sendiri merupakan sebuah ibadah sunah yang dilakukan di malam hari selama bulan Ramadan. Adapun anjuran untuk melaksanakan sholat tarawih berdasarkan hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)
Artinya: "Barang siapa melakukan sholat (tarawih) pada Ramadan dengan iman dan ikhlas (karena Allah Ta'ala) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaq ‘Alaih)
Baca juga: 5 Fakta Sholat Tarawih Kilat 4 Rakaat Cuma 10 Detik, Nomor 3 Terungkap Bacaannya
Sholat tarawih biasanya dilakukan sebanyak 8 hingga 20 rakaat dan dilanjutkan dengan sholat witir. Dalam pelaksanaannya, ada yang melakukan sholat tarawih dengan cara 2 rakaat satu salam atau 4 rakaat satu salam. Meski begitu, niatnya tetap sama. Hal yang membedakan hanyalah posisinya.
Lantas, seperti apa niat sholat tarawih sebagai makmum? Simak informasinya berikut ini.
Niat Shalat Tarawih sebagai Makmum
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Subhanahu wa ta'ala."
Niat Sholat Tarawih sebagai Imam
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah Subhanahu wa ta'ala."
Baca juga: 5 Keutamaan Sholat Tarawih, Salah Satunya Dapat Ampunan Dosa yang Telah Lalu
Niat Sholat Tarawih Sendiri
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah Subhanahu wa ta'ala.