Share

Sejarah Nuzulul Quran di Bulan Ramadan yang Penuh Keistimewaan

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Senin 18 April 2022 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 614 2580595 sejarah-nuzulul-quran-di-bulan-ramadan-yang-penuh-keistimewaan-BOe6PWauRi.jpg Ilustrasi sejarah Nuzulul Quran. (Foto: Shutterstock)

SEJARAH Nuzulul Quran perlu diketahui oleh setiap kaum Muslimin. Pasalnya, Nuzulul Quran merupakan peristiwa istimewa yang terjadi dalam sejarah Islam, yakni Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama berupa ayat suci Alquran.

Peristiwa Nuzulul Quran ini tertulis di dalam Surat Al Baqarah Ayat 185, "Bulan Ramadan, bulan yang di padanya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)."

Baca juga: Nuzulul Quran, Berapa Lama Alquran Diturunkan? 

Sejarah Nuzulul Quran

Dilansir nu.or.id, Syekh M Ali As-Shabuni bercerita Alquran pertama kali turun pada tanggal 17 Ramadan, ketika usia Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mencapai 40 tahun. Saat itu Rasulullah berdiam diri di Gua Hira, Jabal Nur, yang berjarak lebih kurang 6 kilometer dari Makkah.

Tiba-tiba Malaikat Jibril datang membawa wahyu. Jibril memeluk dan melepaskan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini diulanginya sebanyak tiga kali. Setiap kali memeluk, Jibril mengatakan, "Iqra’!" artinya "Bacalah".

"Aku tidak mengenal bacaan," jawab Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

"Iqra’ bismi rabbikal ladzi khalaq, khalaqal insana min alaq. Iqra wa rabbukal akram. Alladzi allama bil qalam. Allamal bil qalam. Allamal insana ma lam ya’lam," kata Malaikat Jibril pada kali ketiga membaca Surat Al Alaq Ayat 1–5.

Begitulah seterusnya Alquran diturunkan secara berangsur-angsur hingga yang terakhir adalah ayat dari Surat Al Maidah selama kurun waktu 22 Tahun 2 bulan 22 hari. Peristiwa dan sejarah turunnya Alquran inilah yang disebut sebagai malam Nuzulul Quran.

Baca juga: Hormati Nuzulul Quran, Imam Syafii 60 Kali Khatam Alquran Selama Ramadan 

Tiga Tahap Proses Turunnya Alquran

Namun, Alquran tidak hanya diturunkan pada bulan Ramadan, tetapi ada tiga tahap kitab suci itu diturunkan. Tahap pertama, kitab suci ini diturunkan ke Lauhul Mahfudz secara keseluruhan. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala, "Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Alquran yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh." (QS Al-Buruj [85]: 21–22)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kemudian pada tahap kedua, kitab suci Alquran diturunkan secara utuh dari Lauhul Mahfudz ke Baitul ‘Izzah pada bulan Ramadan, bertepatan dengan malam Lailatul Qadar. Dalil yang menjadi landasan untuk fase ini adalah firman Allah Subhanahu wa ta'ala, "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)." (QS Al Baqarah [2]: 185)

Baca juga: Pengertian Nuzulul Quran dan 3 Fase Turunnya Alquran ke Bumi 

Lalu pada tahap ketiga atau tahap terakhir, Alquran diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ayat-ayat yang turun berangsur sesuai dengan konteks peristiwa saat itu. Sebagaimana Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas." (QS Asy-Syu’ara [26]: 193–195)

Baca juga: Nuzulul Quran, Ini 14 Keutamaan Memperbanyak Baca Alquran di Bulan Ramadan 

Nuzulul Quran adalah malam yang penuh keberkahan. Allah Subhanahu wa ta'ala akan melipatgandakan pahala umat Islam yang beribadah pada malam ini. Pasalnya, para malaikat akan turun ke bumi untuk memberikan doa kepada setiap orang yang beribadah.

Nah, untuk mendapatkan keutamaan ini, kaum Muslimin hanya perlu memperbanyak ibadah dengan beriktikaf di masjid, tadarus atau khatam Alquran, memperbanyak zikir, memperbanyak sedekah, sholat tarawih dan witir hingga tahajud, serta memperbaiki sikap dan perbuatan.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini