Share

6 Sunah Sebelum dan Sesudah Sholat Idul Fitri

Hantoro, Jurnalis · Senin 02 Mei 2022 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 01 614 2588236 6-sunah-sebelum-dan-sesudah-sholat-idul-fitri-Bf9YoRh6R8.jpg Ilustrasi sunah-sunah sebelum dan sesudah Sholat Idul Fitri. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

SUNAH-sunah sebelum dan sesudah Sholat Idul Fitri hendaknya diketahui kaum Muslimin. Pasalnya, amalan yang dikerjakan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam ini memiliki pahala sangat besar. Jadi, sangat sayang jika dilewatkan begitu saja.

Nah, apa saja amalan sunah sebelum dan sesudah Sholat Idul Fitri tersebut? Berikut enam di antaranya, sebagaimana dirangkum dari Muslim.or.id.

Baca juga: Ini Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Sesuai Sunah 

1. Membersihkan diri dan memakai wangi-wangian

Disunahkan mandi sebelum berangkat Sholat Idul Fitri. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam sebelum berangkat Sholat Id melakukan mandi sunah, memakai wangi-wangian, dan mengenakan pakaian yang terbaik pada hari raya Idul Fitri.

"Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam memerintahkan kepada kami agar pada kedua hari raya memakai pakaian yang terbagus, memakai wangi-wangian yang terbaik, dan berkurban dengan hewan yang paling berharga." (HR Al Hakim)

2. Makan sebelum Sholat Id

Dari Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata:

"Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat Sholat Id pada hari Idul Fithri dan sebelumnya Beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, Beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari Sholat Id baru Beliau menyantap hasil kurbannya." (HR Ahmad 5: 352. Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadis ini hasan)

Sebelum Sholat Idul Fitri disunahkan makan sebelum keluar rumah dikarenakan adanya larangan berpuasa pada hari tersebut dan sebagai pertanda bahwa tidak lagi berpuasa.

Kemudian ada riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

"Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar pada hari Idul Fithri (ke tempat sholat) sampai Beliau makan beberapa kurma terlebih dahulu. Beliau memakannya dengan jumlah yang ganjil." (HR Bukhari 953)

Kalau tidak mendapati kurma, boleh makan makanan halal lainnya.

Baca juga: Gara-Gara Ditantang Kakak Ipar, Virgoun Mantap Jadi Mualaf Dibimbing Syekh Ali Jaber 

3. Bertakbir dari rumah menuju tempat sholat

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam mulai bertakbir ketika waktu sudah tiba 1 Syawal. Rasulullah melakukan takbir mulai maghrib hingga menjelang pelaksanaan Sholat Idul Fitri. Seperti yang dijelaskan Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Surat Al Baqarah Ayat 185:

"Dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasa serta bertakbir (membesarkan) nama Allah atas petunjuk yang telah diberikan-Nya kepadamu, semoga dengan demikian kamu menjadi umat yang bersyukur."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

4. Melaksanakan Sholat Idul Fitri

Ibnu Abbas mengisahkan bilamana Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam senantiasa keluar rumah bersama istri-istri dan anak-anaknya pada dua hari besar umat Islam yaitu hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

"Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengajak keluar seluruh istri dan anak-anak perempuannya pada waktu dua hari raya." (HR Ibnu Majah dan Baihaqi)

Rasulullah lalu melaksanakan Sholat Id berjamaah bersama keluarga dan umatnya.

"Aku sering salat dua hari raya bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa azan dan iqamat." (HR Muslim)

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam juga mengakhiri pelaksanaan Sholat Idul Fitri biasanya ketika matahari sudah setinggi tombak atau sekira 2 meter. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam memiliki waktu yang cukup untuk menunaikan zakat fitrah.

5. Saling mengucapkan selamat atau doa

Sunah yang baik yang bisa dilakukan ketika hari raya Idul Fitri adalah saling mengucapkan selamat. Selamat di sini dapat dalam bentuk doa seperti dengan ucapan "Taqabbalallahu minna wa minkum" (semoga Allah menerima amalan kami dan kalian). Ucapan seperti itu sudah dikenal di masa salaf dahulu.

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam berjumpa dengan hari Id (Idul Fitri atau Idul Adha), satu sama lain saling mengucapkan, "Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)."

Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan (Kitab Fath Al Bari, 2: 446).

Imam Ahmad rahimahullah berkata:

"Tidak mengapa (artinya: boleh-boleh saja) satu sama lain di hari raya Id mengucapkan Taqobbalallahu minna wa minka." (Al Mughni, 2: 250)

6. Mengambil jalan berbeda saat berangkat dan pulang

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

"Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam ketika berada di hari Id (ingin pergi ke tempat sholat), Beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang." (HR Bukhari Nomor 986)

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini