Share

Abu Nawas Teriak-Teriak Suka dengan Fitnah, tapi Kok Raja Malah Tertawa?

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 20 Mei 2022 06:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 614 2596745 abu-nawas-teriak-teriak-suka-dengan-fitnah-tapi-kok-raja-malah-tertawa-LxbbUQnuY5.jpg Ilustrasi kisah lucu Abu Nawas. (Foto: Istimewa)

SUATU hari Abu Nawas membuat sensasi tidak terkira hingga Baginda Raja pun terpana. Ketika itu harta Abu Nawas kian menipis. Ia juga sudah lama tidak jumpa dengan Raja.

Oleh karena itu, Abu Nawas coba memancing agar diberi hadiah oleh Raja. Suatu ketika dia membuat ulah di tengah keramaian pasar di Kota Baghdad, Irak. Lalu Abu Nawas berbicara seperti bukan orang beriman.

Baca juga: Kisah Abu Nawas Bunuh Diri Minum "Racun" tapi Malah Kekenyangan! 

"Wahai umat manusia, ketahuilah! Aku, Abu Nawas, adalah orang yang sangat membenci kepada yang haq (kebenaran) dan suka kepada fitnah, dan aku adalah orang yang lebih kaya dibandingkan Allah," ucap Abu Nawas sambil berteriak, dikutip dari Kalam Sindonews.

Semua orang terdiam dan terkejut. Padahal selama ini Abu Nawas dikenal sebagai seorang Muslim yang taat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Meskipun sering membuat lelucon, candaannya tidak pernah separah itu. Akibatnya, Abu Nawas ditangkap dan dibawa menghadap Raja.

"Hai Abu Nawas, benarkah engkau berkata begitu?" tanya Raja.

"Benar," jawab Abu Nawas.

"Mengapa engkau berkata begitu, sudah kafirkah engkau?" tanya Raja lagi.

"Ah, aku kira Raja juga seperti aku. Khalifah juga pasti membenci perkara yang haq," ucap Abu Nawas.

"Gila benar engkau!" bentak Baginda Raja.

"Jangan marah dulu wahai khalifah, dengarkan dulu keterangan dariku," kata Abu Nawas coba menguasai situasi saat itu.

Baca juga: Atasi Ibu-Ibu Rebutan Bayi, Abu Nawas: Dibelah Jadi Dua Saja 

"Keterangan apa yang ingin engkau dakwahkan. Sebagai seorang Muslim, aku membela dan bukan membenci perkara yang haq, engkau harus tahu itu," kata Raja.

"Tuan, setiap ada orang yang membacakan talqin aku selalu mendengar bahwa mati itu haq dan neraka itu haq. Nah, siapakah orangnya yang tak membenci mati dan neraka yang haq itu? Tidakkah Raja juga membencinya seperti aku?" terang Abu Nawas.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kemudian Baginda Raja terdiam, sambil menyaring perlahan apa yang dikatakan oleh Abu Nawas. "Ya. Tentu saja. Kematian dan neraka adalah yang haq. Tapi, bagaimana dengan pernyataanmu yang menyukai fitnah?" tanya Raja.

"Bukan hanya aku. Raja juga menyukai fitnah. Raja barangkali lupa bahwa di dalam Alquran disebutkan bahwa harta benda dan anak-anak kita adalah fitnah. Padahal, Raja juga menyenangi harta dan anak-anak seperti halnya saya. Benar begitu Raja?" tanya Abu Nawas.

Sekali lagi Raja mengaggung-angguk dan membenarkan pernyataan Abu Nawas. "Ya, memang begitu," jawabnya.

"Lalu, mengapa kau mengatakan lebih kaya dibanding Allah Yang Mahakaya?" Raja bertanya lagi.

"Anak adalah kekayaan. Aku lebih kaya dari Allah, karena aku mempunyai anak, sedang Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan," jawab Abu Nawas.

Baca juga: Abu Nawas Tersesat tapi Ditolong Orang yang Selalu Bohong, Percaya Gak Ya? 

Raja lagi-lagi terdiam. Semua benar, sehingga Khalifah hanya bisa mengangguk-angguk saja.

"Ya, kami benar. Tetapi apa maksudmu berkata begitu di tengah pasar sehingga membuat keonaran?" tanya Raja.

"Dengan cara begitu, saya akan ditangkap dan kemudian dihadapkan kepada Raja seperti sekarang ini," jawab Abu Nawas.

"Apa perlunya kau menghadapku?"

Kemudian tak disangka, Abu Nawas malam memberikan jawaban yang membuat orang-orang di sekitarnya tertawa.

"Agar bisa mendapat hadiah dari khalifah," jawab Abu Nawas sambil tertawa kecil.

Sidang yang mulanya tegang, mendadak jadi penuh gelak tawa. Akhirnya Raja pun menyerahkan hadiah kepada Abu Nawas dan misi sufi itu berhasil.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini