SURAT Al Baqarah Ayat 8 berisi larangan berbuat dusta dan juga memiliki sifat munafik. Berikut isi firman Allah Azza wa Jalla tersebut:
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ
Artinya: Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
Berdasarkan Tafsir Al-Muyassar Kementerian Agama Saudi Arabia tentang Surat Al Baqarah ayat 8 yakni di antara manusia ada sekelompok orang yang bimbang dan bingung antara menjadi bagian dari orang-orang yang beriman atau menjadi bagian dari orang-orang yang kufur.
Dan mereka itu adalah orang-orang munafik yang dengan lisan mereka mengatakan “kami membenarkan kepada Allah dan hari akhir” sedangkan secara batin mereka berdusta dan tidak beriman.
Sementara itu menurut Tafsir As-Sa'di karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 itu menjelaskan, arti kemunafikan yaitu menyembunyikan kejahtan dan menampakkan kebaikan.
Dalam sabdanya, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa sallam mengatakan, ciri orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji dia ingkari dan jika diberi amanah dia berkhianat". Dalam riwayat yang lain "jika bertengkar dia berlebihan:
Pembahasan mengenai kemunafikan cukup banyak terdapat di Alquran.
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: "Orang-orang munafik takut akan turun terkait kelakuan mereka suatu surat yang menerangkan apa yang mereka sembunyikan di dalam hati-hati mereka berupa kekafiran. " (QS At-Taubah: 64)
Allah Subhanahu wa ta'ala menyifati mereka dengan sifat dasar kemunafikan dalam firmanNya yang berbunyi “Di antara manusia ada yang mengatakan, ’kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, ’padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman, ” karena mereka mengatakan dengan lisan mereka apa yang tidak ada dalam hati mereka, lalu Allah mendustakan mereka dengan berfirman, “padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman, ” karena keimanan yang hakiki itu adalah sesuatu yang disepakati oleh hati dan lisan.