Share

Muncul Wabah PMK, MUI Minta Pemerintah Jamin Kesehatan Hewan Kurban

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 31 Mei 2022 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 31 614 2603344 muncul-wabah-pmk-mui-minta-pemerintah-jamin-kesehatan-hewan-kurban-g4uWj45ls0.jpg Ilustrasi hewan kurban. (Foto: Dok Okezone)

KETUA Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Asrorun Niam Sholeh meminta pemerintah menjamin ketersediaan hewan yang sehat untuk kepentingan ibadah kurban bagi masyarakat. Imbauan ini diberikan di tengah munculnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Pemerintah wajib menjamin ketersediaan hewan kurban yang sehat dan memenuhi syarat untuk dijadikan kurban bagi masyarakat muslim. Namun, bersamaan dengan itu pemerintah wajib melakukan langkah pencegahan agar wabah PMK dapat dikendalikan dan tidak meluas penularannya," ujar KH Asrorun Niam Sholeh saat menyampaikan Fatwa MUI Nomor 32/2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban saat Kondisi Wabah PMK, di Kantor MUI Jakarta, Selasa (31/5/2022).

Baca juga: PBNU Tetapkan 1 Dzulqa'dah 1443H Jatuh pada Rabu 1 Juni 2022M 

Info grafis hewan kurban. (Foto: Okezone)

Baca juga: Kisah Mualaf Cantik Angelina, Dapat Hidayah Islam Setelah Coba Kenakan Hijab 

Di samping itu, lanjut dia, pemerintah wajib memberikan pendampingan dalam penyediaan, penjualan, dan pemeliharaan hewan kurban untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraan hewan kurban.

"Untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam pelaksanaan kurban, MUI juga meminta pemerintah mendukung ketersediaan sarana prasarana untuk pelaksanaan penyembelihan hewan kurban melalui rumah potong hewan (RPH) sesuai dengan fatwa MUI tentang standar penyembelihan halal agar penyebaran virus PMK dapat dicegah semaksimal mungkin," ucap KH Asrorun Niam Sholeh dalam keterangannya yang diterima Okezone.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ia mengatakan, fatwa ini ditetapkan setelah adanya permohonan fatwa dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Menindaklanjuti permohonan tersebut, MUI melakukan pendalaman substansi masalah dengan mengundang ahli di bidang peternakan dan kesehatan veteriner untuk mengetahui lebih lanjut ihwal penyakit mulut dan kuku, gejala klinisnya, pengaruh serta mitigasinya.

Fatwa ditetapkan pada Selasa 31 Mei 2022 dan ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI serta Ketua MUI Asrorun Niam Sholeh dan Sekjen Amirsyah Tambunan.

Baca juga: Merinding Dengar Surat Al An'am, Pemuka Agama Ini Mantap Memeluk Islam 

Baca juga: Sayembara Cari Kambing Bertanduk Besar, Abu Nawas Menang Andalkan Tangan Bayi, Aneh Banget! 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini