Share

Hari Lahir Pancasila, Muhammadiyah: Pancasila Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Agama

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 01 Juni 2022 08:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 01 614 2603586 hari-lahir-pancasila-muhammadiyah-pancasila-menjunjung-tinggi-nilai-nilai-agama-n4n4fs9qOJ.jpg Ilustrasi Hari Lahir Pancasila. (Foto: Okezone)

KETUA PP Muhammadiyah Anwar Abbas di momen Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni menyatakan bahwa insan Tanah Air sudah sepakat untuk menjadikan Pancasila sebagai falsafah bangsa yang susunan dan urut-urutan silanya dapat dibaca dalam mukaddimah UUD 1945.

Sila pertama (1) adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini artinya, jelas Buya Anwar Abbas, nilai-nilai dari ajaran agama yang ada dan diakui di negeri ini harus bisa menjiwai dan mewarnai empat sila berikutnya yaitu: (2) Kemanusiaan yang adil dan beradab, (3) Persatuan Indonesia, (4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan (5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Jadi meskipun negara ini bukan negara agama, sangat menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai dari ajaran agama. Bahkan, nilai-nilai dari ajaran agama tersebut harus menjadi dasar bagi negara ini," jelas Buya Anwar Abbas dalam keterangannya yang diterima Okezone, Selasa 31 Mei 2022.

Ia melanjutkan, hal itu terlihat secara jelas dan tegas di dalam Pasal 29 Ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini artinya tidak boleh ada UU dan peraturan serta kebijakan yang dibuat oleh negara, dan atau pemerintah di negeri ini yang bertentangan dengan nilai-nilai dari ajaran agama yang ada. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bahkan harus bisa mengambil dan menyerap nilai-nilai dari ajaran agama tersebut untuk diimplementasikan dalam semua segi dan aspek kehidupan, apakah itu bidang sosial, ekonomi, politik, hukum, serta lainnya. Oleh karena itu tidak boleh ada di negeri ini ada usaha untuk menjauhkan ajaran agama dari kehidupan publik.

"Bila hal itu dilanggar maka tidak mustahil gesekan dan benturan di tengah-tengah masyarakat tentu akan terjadi dan hal demikian tentu tidak kita inginkan karena dia jelas-jelas akan bisa merusak persatuan dan kesatuan di antara kita serta akan bisa menghambat dan menghalangi kita untuk mewujudkan cita-cita bagi membuat negeri ini menjadi negeri yang maju, adil, makmur, dan berdaulat, di mana rakyatnya memiliki akhlak dan moralitas yang tinggi serta hidup dengan aman tenteram, damai dan bahagia," pungkasnya.

Allahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini