11. Bangunan lain di sekitar masjid adalah berbagai kantor pemerintah dan fasilitas kesehatan, hotel mewah, pusat perbelanjaan dan jalan-jalan utama.
12. Nabi Muhammad SAW menjadi imam pertama di Masjid Nabawi. Sesudah wafat. para sahabat dan generasi penerus yang memimpin salat.
Nabi Muhammad sendiri tidak punya wakil imam, sekalipun terkadang ia memerintakan Abu Bakar untuk menjadi imam bagi para sahabat yang lain.
Namun pernah Nabi masuk masjid ketika Abu Bakar sedang menjadi imam, Abu Bakar mundur dan Nabi kemudian menggantikannya.
Sesudah Nabi wafat, Abu Bakar menjadi khalifah pertama, dan Imam di Madinah.

13. Muazin pertama di Masjid Nabawi adalah Bilal Bin Rabah, yang ditunjuk langsung oleh Nabi Muhammad.
Setiap hari tiga muazin bergantian menyerukan azan dari "Mukabbariyyah'', tempat khusus azan dan mengulangi takbir yang dilakukan imam saat salat.
14. Sejarah Masjid Nabawi, menurut Mubarakfuri bermula ketika Nabi tiba di Madinah (dahulu bernama Yatsrib), membeli lahan seharga 10 Dinar, yang dipakai untuk mengeringkan kurma, dari dua orang yatim yaitu Sahl and Suhail.
Lahan itu merupakan tempat pertama unta Nabi Muhammad berhenti di Madinah.
Nabi ikut serta secara langsung dalam pembangunan masjid, membuat dinding lumpur di atas fondasi batu. Pelepah kurma digunakan untuk menutup sebagian atap.
Awalnya masjid itu memiliki tiga pintu dan menghadap Masjid Al-Aqsa -- kiblat pertama -- sebelum diubah menghadap Kabah di Mekkah.
Di bagian belakang masjid ada tempat yang teduh untuk menampung orang miskin dan orang asing, namanya "Al-saffa".
Ketika para sahabat meminta Nabi untuk memperkuat atap dengan lumpur, beliau menolak. Lantai masjid tidak ditutupi dengan apa pun hingga tiga tahun kemudian.
"Luas awal masjid adalah 1.050 meter persegi sebelum diperluas menjadi 1.452 meter persegi atas perintah Nabi, tujuh tahun sesudah Hijrah," kata juru bicara masjid.
15. Lokasi rumah Nabi awalnya berada di samping masjid dan di sanalah Nabi wafat dan dimakamkan - di ruang Aisyah.
Dr. Zarewa mengatakan ketika Nabi Muhammad wafat para sahabat berunding di mana Nabi akan dimakamkan.
Abu Bakar memberi tahu, Nabi pernah bersabda bahwa para nabi dimakamkan di tempat di mana Allah mencabut nyawa mereka.
Maka, Nabi pun dimakamkan di kamar yang menjadi ruang bagi istrinya, Aisyah.
Ketika Abu Bakar sakit, ia meminta izin Aisyah agar bisa dimakamkan di dekat makam Nabi Muhammad, dan Aisyah setuju.
Umar bin Khattab -- khalifah kedua -- juga mengajukan permintaan yang sama dan Aisyah, yang merupakan anak Abu Bakar, juga mengizinkan.
Perluasan masjid selama berabad-abad membuat kamar, makam dan bangunan di samping masjid kini menjadi bagian dari masjid.
Kubah Hijau yang terkenal kini terletak di dalam kamar ini.