16. Keindahan masjid ini terlihat dari masjid dibangun dengan arsitektur dan teknologi yang menakjubkan, dengan presisi dan kemegahan di seluruh gedung.
Keindahan masjid ini ada pada teknologi, arsitektur, pengelolaan, efisiensi dan presisinya, mulai dari interior sampai bagian luarnya.
Mulai dari dalam gedung hingga ke halaman, dan atap gedung, masjid ini dipenuhi berbagai ornamen yang memanjakan mata.
Dari ukuran dan tinggi, kubah dan menara, halaman dan kanopi, atap dan langit-langit serta sistem pengeras suara, pendingin, dinding dan lantai, pintu dan tangga, pilar bahkan karpet.
Semuanya mengandung keindahan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Kompleks bangunan dan halaman masjid dilengkapi dengan 250 payung otomatis yang dipasanguntuk melindungi jemaah dari cuaca panas dan hujan.
Setiap payung dilengkapi sistem pengairan tersendiri dan bisa melindungi sekitar 800 jemaah, menutupi ruang seluas 143 meter persegi.

17. Masjid Nabawi memiliki setidaknya 41 gerbang.
Di atas setiap pintu, terdapat plakat batu dengan aksara Arab: "Masuklah dengan damai dan aman" (diambil dari Surat Al-hijr, 15:46). Jumlah keseluruhan pintu adalah 85.
Beberapa gerbang memiliki pintu satu, dua, tiga atau bahkan lima.
Nama-nama gerbang yang kami dapatkan dari Badan Presidensi Umum untuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dan madainproject.com:
Bab Al-salam
Bab Abubakar Siddiq
Bab Al-rahmah
Bab Al-hijrah
Bab Quba
Bab Al-malik Sa'ud
Babu Imam Al-bukhari
Bab Al-aqiq
Bab Al-sultan Abdulmajid
Bab Umar bn Al-Khattab
Bab Badr
Bab Al-malik Fahd
Bab Uhud
Bab Usman bn Affan
Bab Ali bn Abi-talib
Bab Abu-zar
Bab Al-imam Muslim
Bab Al-malik Abdulaziz
Bab Makka
Bab Bilal
Bab Nisa'
Bab Jibril
Bab Al-baqi'
Bab Al-ana'iz
Bab Al-a'imma
18. Sejarah perluasan masjid cukup panjang. Ukuran awal masjid ketika dibangun oleh Nabi Muhammad SAW di tahun pertama Hijriah adalah 1.050 meter persegi, dan diperluas hingga 1.452 meter persegi atas perintah Nabi ketika beliau baru kembali dari Khaybar, pada tahun 7 Hijriah.
Renovasi dan pengembangan terus dilakukan sejak masa Umar bin Khattab, kemudian ke khalifah Usman, pemerintahan Bani Umayyah, Abbasiah, hingga masa kekhalifahan Usmani dan era Arab Saudi.
Selain peningkatan populasi di Madinah, landasan asli masjid dipertahankan sebagai sumbu dalam perluasan ke berbagai arah.
Menurut Dr. Zarewa, keutamaan masjid ini bagi Muslim adalah salat yang dilaksanakan di sini pahalanya 1.000 kali lipat daripada di masjid lain, kecuali di Masjidil Haram.
Tambahan lagi, Masjid Nabawi adalah satu dari tiga masjid yang dianjurkan dikunjungi oleh Muslim dengan menempur perjalanan jauh. Jutaan Muslim mengunjungi masjid ini dalam kesempatan menunaikan ibadah Haji dan Umrah.
Dr. Zarewa mencatat bahwa Khalifah Umar pernah mengatakan tak apa memperluas masjid ini bahkan hingga sampai Suriah, selagi masih di atas fondasi awalnya.
Dalam makalah berjudul "Nabi Muhammad SAW dan urbanisasi Madinah", Dr. Spahic Omer mengatakan masjid ini kini luasnya 100 kali lipat ukuran aslinya dan tersebar hingga hampir menutupi kota tua Madinah.
Profesor Omer menjelaskan bahwa pagar luar masjid kini merupakan batas Janatul Baqi, pemakaman yang pada masa Nabi terletak di kawasan luar kota Madinah.
Perluasan pertama dilakukan di era khalifah Umar, dengan membeli lahan di kawasan barat, selatan dan utara masjid.
Penerus Umar, Usman, juga melakukan perluasan masjid setelah melakukan konsultasi dengan para sahabat pada 29 H atau pada tahun 650.
Perluasan terus dilakukan di era kekhalifahan Umayyah dan Abbasiyah yang membuat luas masjid bertambah menjadi 8.890 meter persegi dengan 60 jendela dan 24 pintu.
Di era Usmani, juga dilakukan renovasi dan perluasan.
Pada era Saudi, Raja Abdulazeez Al-saud pada 1950 memerluas masjid menjadi 16.327 meter persegi, dengan 706 tiang dan 170 kubah.
Terus bertambahnya pengunjung mendorong Raja Faisal pada 1973 mengalokasikan area seluas 35.000 meter persegi di barat masjid untuk mendukung kegiatan di masjid tersebut.
Perluasan terbesar dilakukan pada 2012 atas perintah mendiang Raja Abdullah agar masjid bisa menampung sekitar dua juta jemaah.
Menteri Keuangan Arab Saudi, Ibrahim Al-Assaf, menyatakan gabungan luas masjid dan plaza nantinya 1.020.500 meter persegi, dengan rincian kapasitas masjid dan plaza masing-masing satu juta dan 800.000 jemaah.
Menurut juru bicara Badan Pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Sheikh Abdulwahed Al-hattab, Raja Abdullah memerintahkan pemasangan 250 payung besar yang melindungi area seluas 143.000 meter persegi.
Kanopi otomatis ini melindungi jemaah dari terpaan matahari dan hujan. Menurut Sheikh Hattab, ada 3.200 pekerja yang membersihkan masjid itu.
Fase ketiga pengembangan masjid sedang dilakukan dan pada tahun 2040 diharapkan bisa menampung tambahan 1,2 juta jemaah.