Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

19 Fakta Masjid Nabawi di Madinah, Sholat di Sini Raih Pahala 1.000 Kali Lebih Besar

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 06 Juni 2022 |11:06 WIB
19 Fakta Masjid Nabawi di Madinah, Sholat di Sini Raih Pahala 1.000 Kali Lebih Besar
Masjid Nabawi. (Foto: Widi Agustian/Okezone)
A
A
A

19. Ada beberapa monumen di Masjid Nabawi ini. Mimbar Nabi, tempat Nabi Muhammad menyampaikan khotbah, merupakan salah satu tempat paling dianggap berharga di Masjid Nabawi.

Mimar pertama di masijd dibuat dari kayu kurma dan punya tiga anak tangga, menurut Al-mubarakfuri.

Khalifah penerus Nabi juga menggunakan mimbar saat menyampaikan khotbah. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, mereka menyampaikan khotbah dari anak tangga kedua.

Khalifah Usman sempat menyampaikan khotbah dari anak tangga pertama, namun kemudian ia melakukannya dari tangga ketiga, seperti yang dilakukan Nabi Muhammad.

Mimbar Nabi hancur ketika terjadi kebakaran pada 886 H. Kemudian mimbar dibuat dengan bata, lalu pada Sultan Qaitbay dari dinasti Mamluk mengirimkan marmer putih untuk menggantinya.

Suasana Pintu Masuk Raudhah dan Makam Nabi Muhammad SAW

Mihrab

Masjid Nabawi punya beberapa mihrab, tempat imam memimpin salat. Yang pertama adalah mihrab asli atau Mihrab Nabawi yang digunakan oleh Nabi Muhammad saat masjid ini masih dalam keadaan aslinya.

Letaknya dekat dengan mimbar Nabi, dan kini dekat dengan Al Raudah dan Mukabbariyya, tempat mengumandangkan azan.

Mihrab kedua adalah Mihrab Usmani, yang masih digunakan sekarang.

Mihrab ini dibangun saat perluasan masjid pada era khalifah Usman, terakhir kalinya dilakukan perluasan ke arah utara masjid.

Mihrab ketiga, menurut Dr. Akhter, disebut sebagai Mihrab Suleymaniyah atau Mihrab Ahnaf, yang dibuat atas perintah Sultan Sulaiman.

Imam dari mazhab Hanafi memimpin salat dari mihrab ini, sementara imam dari mazhab Maliki memimpin dari Mihrab Nabawi.

Al Raudah

Al Raudah ini adalah taman yang terletak di antara mimbar dan rumah Nabi Muhammad.

Nabi pernah bersabda -- dicatat di Shahih Bukhari -- diriwayatkan oleh Abu Hurairah "Antara rumahku dan mimbar, ada potongan taman dari Surga".

Al Raudah terbuka bagi pengunjung dengan waktu terpisah untuk kunjungan laki-laki dan perempuan. Biasanya pengunjung melakukan salat sunah di sana, sebelum mengucapkan salam ke arah makam Nabi.

Dengan perluasan dan renovasi Masjid Nabawi, Al Raudah kini dihiasi dengan dekorasi seperti karpet dan berbagai ornamen.

Badan Pengelola menyatakan luas Al Raudah adalah 330 meter persegi, dengan panjang 22 meter dan lebar 15 meter.

Di area ini selalu ada petugas keamanan dan kebersihan.

Kubah Hijau

Kubah Hijau adalah salah satu monumen paling mencolok di Masjid Nabawi.

Kubah ini dibangun di atas ruang yang menjadi tempat makam Nabi Muhammad.

Al Samhudi dalam "Wafa Al-Wafa" mengatakan kubah pertama dibangun di situ sesudah 650 tahun, pertama kalinya pada tahun 1279 (678 H) oleh Sultan Qalawun, terbuat dari kayu.

"Kubah Hijau yang kita lihat sekarang ini sebetulnya adalah kubah bagian luar. Ada kubah bagian dalam yang lebih kecil, dan ada nama Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar terukir di dalamnya," kata Dr. Akhter.

Kubah itu berbentuk persegi di dasar, dan persegi delapan dari atas serta direnovasi setelah terbakar beberapa kali.

Menurut Ensiklopedi Al Jazeera, Sultan Ghazi Mahmud pada masa kekhalifahan Usmani sempat membangun ulang kubah itu.

Perpustakaan

Badan Pengelola mengatakan perpustakaan dibangun di Masjid Nabawi pada tahun 1352 Hijriah atas usul Direktur Awkaf Madinah, Obaid Madani ketika itu.

Beberapa buku bertarikh sebelum perpustakaan dibangun seperti Maktabah Sheikh Mohammed Aziz Al-Wazir, tahun 1320 H. Buku ini termasuk yang dibawa ke sana sesudah perpustakaan dibangun.

Selain ruang baca, perpustakaan memiliki Ruang Audio (Seks i17), untuk menyimpan materi kuliah, khotbah dan salat.

Sedangkan Bagian Teknis (terletak di pintu 22) bertugas dalam penjilidan, restorasi dan sterilisasi naskah-naskah tua.

Seksi Buku Langka menyimpan buku langka dari segi usia pencetakan, dekorasi, bentuk, gambar dan sebagainya.

Seksi lain termasuk juga Seksi Naskah, Perpustakaan Digital, Riset dan Penerjemahan, Keamanan dan Keselamatan, Hadiah dan Penukaran serta Seksi Sirkulasi dan seksi-seksi lain.

Perpustakaan ini memiliki ruang baca untuk pria, perempuan dan anak-anak.

Terletak di dalam masjid, di lingkaran kedua Bab Usman, bisa digunakan oleh semua pengunjung.

Masjid Nawabi, salah satu masjid terbesar di dunia, dihias dengan dekorasi menakjubkan dan teknoogi yang penuh presisi yang memakan biaya miliaran riyal untuk rekonstruksi, pengembangan dan dekorasi.

Masjid ini menampung jutaan Muslim setiap tahunnya, terutama saat bulan Ramadan dan musim Haji.

Penjaga masjid, raja Arab Saudi, terus berupaya memperindah dan mempernyaman masjid ini.

Kunjungan ke masjid tidak menjadi bagian dari ibadah haji dan umrah, tapi para jemaah umumnya tidak puas melakukan ibadah tersebut tanpa mengunjungi Masjid Nabawi, berada di dalamnya dan mengucapkan salam ke arah makam Nabi Muhammad.

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement