Share

Bolehkah Kurban dengan Hewan yang Pernah Sakit?

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 17 Juni 2022 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 330 2613419 bolehkah-kurban-dengan-hewan-yang-pernah-sakit-DIkhvyM6DI.jpg Ilustrasi hewan kurban. (Foto: Dok Okezone)

MENJELANG hari raya Idul Adha 1443 Hijriah/2022 Masehi, kaum Muslimin berlomba-lomba mencari hewan kurban. Tapi tahun ini ibadah kurban diwarnai munculnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Kaum Muslimin pun diimbau lebih saksama sebelum menyembelih hewan kurban.

Dikutip dari Muhammadiyah.or.id, berdasarkan dalam syariat Islam, ibadah kurban diperuntukkan bagi mereka yang mampu. Hewan yang dapat dijadikan kurban adalah bahimatul-an’am atau binatang ternak sebagaimana dijelaskan Surat Al Hajj Ayat 34. Menurut para ulama, hewan tersebut adalah unta, sapi, kerbau, kambing, domba, dan biri-biri.

Baca juga: Sempat Tidak Percaya Islam, Pria Ini Dapat Hidayah Setelah Lihat Ceramah Dr Zakir Naik 

Kriteria hewan kurban harus memenuhi dua aspek yaitu kriteria fisik dan kriteria umur. Dari segi umur, hewan kurban memiliki kriteria berbeda. Usia minimal untuk unta adalah lima tahun, sapi dua tahun, dan kambing satu tahun.

Adapun kriteria fisik antara lain yaitu baik dari segi kesehatan dan tidak cacat. Rangkuman dari berbagai hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, hewan kurban yang layak adalah yang berciri berikut: Bertanduk lengkap (al-aqran), gemuk badannya atau berdaging (samin), warna putihnya lebih banyak daripada warna hitamnya (al-amlah).

Info grafis hewan kurban. (Foto: Okezone)

Maka itu, hewan yang tidak layak dijadikan hewan kurban adalah hewan yang buta salah satu matanya (al-‘auraa), hewan yang sakit (al-mardhoh), hewan yang pincang (al-‘arja), serta hewan yang kurus kering dan kotor (al-kasir).

Tidak kalah penting, hewan kurban harus jelas asal-usulnya, yakni apakah hewan itu benar-benar milik sendiri yang diperoleh melalui cara ternak atau jual beli yang sah. Bukan hasil dari merampok atau mencuri dari orang lain.

Baca juga: Ada Wabah PMK, Ini 6 Tips Aman dan Sehat Membeli Hewan Kurban 

Memilih Hewan Kurban di Tengah Wabah PMK

Di tengah wabah PMK, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah menerbitkan ketentuan hewan kurban yang boleh dikurbankan. Menurut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Anwar Abbas, MUI telah mengeluarkan Fatwa Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban saat Kondisi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Dalam fatwa tersebut terdapat tiga hukum kurban dengan hewan yang terkena PMK, yakni sah, tidak sah, dan sedekah. Artinya, hewan yang terkena wabah PMK tetap dapat dijadikan hewan kurban apabila memenuhi beberapa syarat yang sudah ditentukan.

Menurut fatwa tersebut, hewan ternak yang terkena wabah PMK dengan gejala klinis ringan tetap dapat dijadikan hewan kurban. Gejala klinis ringan itu seperti lepuh ringan pada celah kuku, kondisi lesu, tidak nafsu makan, keluar air liur lebih dari biasanya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bolehkah Kurban dengan Hewan yang Pernah Sakit?

Lantas, bolehkah kurban dengan hewan yang pernah sakit? Hewan ternak yang sempat terkena PMK dengan gejala klinis kategori berat juga boleh dijadikan kurban dengan syarat telah sembuh dari PMK dalam rentang waktu yang dibolehkan kurban (pada 10–13 Dzulhijjah).

Adapun jika hewan kurban terserang PMK selama masa Idul Adha, maka tidak boleh disembelih sampai benar-benar sembuh dan sehat. Jika hewan itu baru sembuh setelah 10–13 Dzulhijjah, maka status hewan tersebut tidak lagi menjadi hewan kurban, tetapi dianggap sebagai sedekah.

Wallahu a'lam bisshawab.

Baca juga: Surat Yasin Lengkap Bacaan Arab, Latin, Terjemahan Indonesia, Buka di Alquran Digital Okezone 

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini Jumat Berkah 17 Juni 2022M/17 Dzulqa'dah 1443H 

Info grafis sunah-sunah di hari Jumat. (Foto: Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini