Share

Benarkah Terlarang Menikah pada Bulan Dzulhijjah?

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 18 Juni 2022 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 18 330 2613905 benarkah-terlarang-menikah-pada-bulan-dzulhijjah-SsnVQ6Fh7N.jpg Ilustrasi menikah pada bulan Dzulqa'dah. (Foto: Unsplash)

DI tengah sebagian masyarakat ada yang memercayai bahwa terlarang menikah pada bulan Dzulhijjah. Dzulhijjah sendiri biasa disebut sebagai bulan haji dan menjadi salah satu waktu yang dimuliakan oleh umat Islam.

Namun, anggapan terlarang menikah pada bulan Dzulhijjah adalah hal yang tidak benar sama sekali. Justru pada Dzulhijjah ini sebagai bulan yang banyak dipilih untuk melangsungkan pernikahan. Termasuk masyarakat Indonesia, memilih bulan tersebut sebagai waktu terbaik.

Baca juga: Tentukan Awal Bulan Dzulhijjah 1443H, Kemenag Gelar Rukyatul Hilal di 86 Lokasi 

Sebagaimana telah MNC Portal himpun, Allah Subhanahu wa ta'ala telah menetapkan ada 12 bulan Qomariyah, dalam setahun, serta pada bilangan tersebut ada 4 bulan yang disebut sebagai bulan haram.

Dinamakan bulan haram adalah terlarang untuk melakukan peperangan pada bulan tersebut, bukan haram untuk menikah. Dalam kitab Syarh An-Nawawi ala Muslim dijelaskan:

وَقَصَدَتْ عَائِشَةُ بِهَذَا الْكَلَامِ رَدَّ مَا كَانَتِ الْجَاهِلِيَّةُ عَلَيْهِ وَمَا يَتَخَيَّلُهُ بَعْضُ الْعَوَامِّ الْيَوْمَ مِنْ كَرَاهَةِ التَّزَوُّجِ وَالتَّزْوِيجِ وَالدُّخُولِ فِي شَوَّالٍ وَهَذَا بَاطِلٌ لَا أَصْلَ لَهُ وَهُوَ مِنْ آثَارِ الْجَاهِلِيَّةِ كَانُوا يَتَطَيَّرُونَ بِذَلِكَ لِمَا فِي اسْمِ شَوَّالٍ مِنَ الْإِشَالَةِ والرفع

Artinya: "Aisyah dengan perkataan ini, bermaksud menjawab apa yang terjadi pada masa jahiliyah dan apa yang dibayangkan sebagian orang awam pada saat itu bahwa makruh menikah, menikahkan atau berhubungan suami istri di bulan Syawal, ini sebuah kebatilan yang tidak memiliki dasar. Ini adalah peninggalan orang jahiliyah yang menganggap sial bulan tersebut karena kata Syawal yang diambil dari Isyalah dan Raf̕’i (mengangkat)." (Syarh An-Nawawi ala Muslim, halaman 209)

Baca juga: Sejarah Anjuran Puasa Sunah 1-9 Dzulhijjah Beserta Dalil Sahihnya 

Akan tetapi bagi orang yang tidak ingin melangsungkan pernikahan pada bulan tertentu dan memilih waktu yang menurutnya tepat sesuai dengan kebiasaan yang berlaku, maka itu tidaklah sepenuhnya salah.

Asalkan keyakinannya tetap bertumpu pada kepercayaan bahwa yang memberi pengaruh baik atau buruk hanyalah Allah Ta'ala. Terkait hari, tanggal, dan bulan tertentu yang ditentukan itu hanya diperlakukan sebagai adat kebiasaan yang diketahui oleh manusia.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dalam kitab Ghayatu Talkhishi Al Murad min Fatawi ibn Ziyad disebutkan:

مسألة: إذا سأل رجل آخر: هل ليلة كذا أو يوم كذا يصلح للعقد أو النقلة؟ فلا يحتاج إلى جواب، لأن الشارع نهى عن اعتقاد ذلك وزجر عنه زجراً بليغاً، فلا عبرة بمن يفعله، وذكر ابن الفركاح عن الشافعي أنه إن كان المنجم يقول ويعتقد أنه لا يؤثر إلا الله، ولكن أجرى الله العادة بأنه يقع كذا عند كذا، والمؤثر هو الله عز وجل، فهذا عندي لا بأس به، وحيث جاء الذم يحمل على من يعتقد تأثير النجوم وغيرها من المخلوقات،

Artinya: "Permasalahan: Apabila seorang bertanya kepada orang lain, apakah malam tertentu atau hari tertentu cocok untuk akad nikah atau pindah rumah? Maka tidak perlu dijawab, sebab syariat melarang meyakini hal yang demikian itu bahkan sangat menentang orang yang melakukannya. Dari Imam Syafii, Ibnul Farkah menyebutkan apabila ahli nujum berkata dan meyakini bahwa yang memengaruhi adalah Allah, dan Allah yang menjalankan kebiasaan bahwa terjadi di hari tersebut sedangkan yang memengaruhi adalah Allah, maka hal ini menurut saya tidak apa-apa, karena yang dicela apabila meyakini bahwa yang berpengaruh adalah nujum dan makhluk-makhluk." (Ghayatu Talkhishi Al-Murad min Fatawi ibn Ziyad, hal: 206)

Baca juga: Doa Supaya Hati Tenang dan Pikiran Terang: Lengkap Teks Arab, Latin, Terjemahan Indonesia 

Sementara Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon KH Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya mengatakan boleh menikah di waktu kapan saja karena di dalam Islam tidak ada larangan.

"Segala kebaikan dilakukan kapan saja, selama tidak ada larangan khusus, seperti pernikahan boleh kapan saja," ujar Buya Yahya dalam tayangan di kanal YouTube Al Bahjah TV.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini