Share

MUI Beri 6 Rekomendasi Terkait Polemik Vaksin Covid-19 Produksi India

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 24 Juni 2022 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 614 2617783 mui-beri-6-rekomendasi-terkait-polemik-vaksin-covid-19-produksi-india-H762vm5rfo.jpg Ilustrasi MUI beri enam rekomendasi terkait vaksin covid-19 produksi India. (Foto: Kjparteger/Freepik)

MAJELIS Ulama Indonesia memberikan respons terkait polemik vaksin covid-19 produksi India. MUI telah menetapkan Fatwa Nomor 10 Tahun 2022 tentang Hukum Vaksin Covid-19.

Dikutip dari mui.or.id, fatwa tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar, Sekretaris Jenderal MUI KH Buya Amirsyah Tambunan, Ketua Komisi Fatwa MUI Profesor Hasanuddin AF, serta Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Miftahul Huda.

Baca juga: PN Surabaya Izinkan Pernikahan Beda Agama, Ini Sikap MUI Jatim 

Ketentuan umum dalam fatwa ini dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan vaksin covid-19 produksi Serum Institute of India Pvt adalah dengan nama Covovaxmirnaty. Dalam fatwa tersebut menetapkan vaksin covid-19 produksi Serum Institute of India Pvt hukumnya adalah haram.

Argumentasinya karena dalam tahapan produksinya ditemukan ada pemanfaatan enzim dari pankreas babi. Meski begitu, dalam fatwa MUI yang dikeluarkan pada 7 Febuari 2022 ini memberikan enam rekomendasi, yaitu:

Baca juga: 1.000 Orang Meninggal Akibat Gempa M6,1 Afghanistan, MUI Ajak Masyarakat Panjatkan Doa 

1. Pemerintah harus memprioritaskan penggunaan vaksin covid-19 yang halal semaksimal mungkin, khususnya untuk umat Islam.

2. Pemerintah perlu mengoptimalkan pengadaan vaksin covid-19 yang tersertifikasi halal.

3. Pemerintah harus memastikan vaksin covid-19 lain yang akan digunakan agar disertifikasi halal dalam kesempatan pertama guna mewujudkan komitmen pemerintah terhadap vaksinasi yang aman dan halal.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

4. Pemerintah harus menjamin dan memastikan keamanan vaksin yang digunakan.

5. Pemerintah tidak boleh melakukan vaksinasi dengan vaksin yang berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan terpercaya, menimbulkan dampak yang membahayakan (dlarar).

6. Mengimbau kepada semua pihak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan memperbanyak istighfar, istighasah, dan bermunajat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini