Share

Ganja Medis, Ini Kata Lembaga Fatwa Negara-Negara Islam soal Narkotika untuk Obat

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 01 Juli 2022 08:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 614 2621532 ganja-medis-ini-kata-lembaga-fatwa-negara-negara-islam-soal-narkotika-untuk-obat-K4hkFrZmEu.jpg Ilustrasi penjelasan lembaga fatwa negara-negara Islam soal ganja untuk medis. (Foto: Unsplash)

PUBLIK Tanah Air dihebohkan kabar DPR RI akan mengkaji wacana legalisasi ganja untuk medis. Pengobatan menggunakan tumbuhan kategori narkotika ini di Indonesia memang masih tabu. Lantas, bagaimana hukum pemanfaatan ganja medis menurut lembaga fatwa negara-negara Islam?

Dikutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam penelitian Hatim Ismail Musa dari Universitas Terbuka al-Quds Palestina, ada beberapa pendapat ulama perihal pemanfaatan tanaman narkotika untuk keperluan pengobatan.

Baca juga: Heboh Ganja Medis, MUI Beberkan dari Sisi Hukum Fikih 

Misalnya, pengikut madzhab Imam Syafi'i, sebagian pengikut Imam Malik, dan Imam Abu Hanifah masih membuka kemungkinan kebolehan berobat dengan tanaman narkotika. Selama tanaman tersebut hasil rekomendasi dokter spesialis terpercaya.

Alasan kebolehannya, mereka yang sudah tidak menemukan obat alternatif lain, dianalogikan sebagai orang dalam keadaan darurat (mudlthar). Firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

اِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ بِهٖ لِغَيْرِ اللّٰهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّلَا عَادٍ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Akan tetapi, siapa yang terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al Baqarah [2]: 173)

Baca juga: Bacaan Zikir Pagi Hari Ini: Menjadi Orang Ikhlas hingga Meraih Rezeki Halal Melimpah 

Di lain pihak sebagian pengikut Imam Malik memilih keharaman tanaman narkotika dan turunannya sebagai obat. Begitu pula para pengikut madzhab Imam Ahmad bin Hanbal mengharamkan pemanfaatan tanaman narkotika dengan alasan apa pun untuk pengobatan.

Alasan pengharamannya berlandaskan hadis Nabi Shallallahu alaihi wassallam.

إِنَّ اللَّهَ لَمْ يَجْعَلْ شِفَاءَكُمْ فِيمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ

"Allah tidak menjadikan sesuatu yang haram sebagai obat untuk kalian." (HR Bukhari)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sebenarnya fatwa mengenai pengobatan menggunakan narkotika telah dibahas oleh beberapa lembaga fatwa di negara-negara Islam. Misalnya, Lajnah al-Ifta (Lembaga Fatwa Arab Saudi) secara tegas mengharamkan pemanfaatan opium, tanaman narkotika, dan segala jenis khamr sebagai obat.

Berbeda, Dar al-Ifta (Lembaga Fatwa Mesir) masih membuka peluang adanya kemungkinan kebolehan berobat dengan tanaman narkotika. Kebolehan tersebut dengan syarat tidak adanya obat alternatif lain dan hampir dapat dipastikan bahwa tanpa tanaman narkotika tersebut, seseorang akan meregang nyawa. Kebolehan ini juga harus berdasarkan rekomendasi dokter spesialis terpercaya yang ahli di bidangnya.

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini Jumat Berkah 1 Juli 2022M/1 Dzulhijjah 1443H 

Baca juga: Surat Al Kahfi Ayat 1-110 Dibaca Setiap Jumat, Lengkap Buka di Alquran Digital Okezone 

Sementara di Indonesia, fatwa terkait ganja untuk kepentingan medis masih akan digodok secara komprehensif. Ketua Komisi Fatwa MUI Kiai Asrorun Niam Soleh menyatakan pihaknya akan berkontribusi dalam memberikan solusi keagamaan atas dasar pertimbangan kemaslahatan umum secara holistik.

"Akan ditindaklanjuti dengan pengkajian komprehensif dalam perspektif keagamaan. Kita akan kaji, yang intinya MUI akan berkontribusi dalam memberikan solusi keagamaan atas dasar pertimbangan kemaslahatan umum secara holistik," kata Asrorun dalam keterangan resminya, Kamis 30 Juni 2022.

Penggodokan fatwa ini oleh MUI tidak lain sebagai tindak lanjut permintaan langsung Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin yang mendorong MUI segera menerbitkan fatwa ganja untuk keperluan medis.

Wallahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini