Share

Kisah Warga Desa Cari Rumput Jam 3 Dini Hari demi Paginya Ikut Pengajian

Hantoro, Jurnalis · Selasa 02 Agustus 2022 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 02 614 2640543 kisah-warga-desa-cari-rumput-jam-3-dini-hari-demi-paginya-ikut-pengajian-bmhNwlerEj.jpg Ilustrasi warga desa pencari rumput. (Foto: Istimewa/Koran SI)

SEMANGAT warga Desa Dukuhbenda di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, patut dicontoh kaum Muslimin. Mereka rela mencari rumput lebih awal jam 3 dini hari demi paginya bisa ikut pengajian.

Rata-rata warga Desa Dukuhbenda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, bermata pencarian sebagai pencari rumput. Demi mengikuti pengajian yang diadakan pada pukul 08.00–09.00 di Hari Bermuhammadiyah, mereka rela mencari rumput lebih awal jam 3 dini hari.

Baca juga: Kisah Bule Cerdas Ucap Syahadat Usai Teliti Biografi Nabi Muhammad 

Menurut Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Ustadz Fathurrahman Kamal, meski berprofesi sebagai pencari rumput, mereka mulia di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala. Meski ingin mengejar akhirat dengan menghadiri pengajian, mereka tidak melupakan kewajiban merawat ternak yang dimiliki.

"Ruh seperti ini di Muhammadiyah masih sangat luar biasa terjaga. Mereka rela mencari rumput jam 3 pagi dini hari," ucap Ustadz Fathur, Ahad 31 Juli 2022, di acara Pengajian Ahad PON PDM Kudus.

Info grafis amalan bulan Muharram. (Foto: Okezone)

Dari peristiwa ini, dirinya kemudian mengajar hadirin untuk meresapi Surat Al Muzzammil yang menerangkan beberapa sebab Allah Subhanahu wa ta'ala meridhoi mukmin yang meninggalkan Salat Lail.

Baca juga: 2 Doa Membeli Baju Baru, Bikin Nyaman dan Diberkahi Allah Ta'ala 

Pertama, Allah Subhanahu wa ta'ala meridhoi orang meninggalkan Salat Lail disebabkan dia sakit, mereka yang bekerja, dan jihad fisabilillah.

"Tapi persoalannya sekarang, sakit tidak, lelah mencari-cari rumput di tengah malam juga tidak, berjihad pun tidak. Lalu apa alasan Allah memaklumi kita tidak sholat malam?" tanya Ustadz Fathur, dikutip dari Muhammadiyah.or.id, Selasa (2/8/2022).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Menurut dia, warg Ranting Muhammadiyah Dukuhbenda merupakan contoh konkret dalam meniti kehidupan menuju surga. Ustadz Fathur mengingatkan kisah seorang tunasusila yang memberi minum seekor anjing kehausan yang diganjar surga.

Selain itu, semangat menghidupkan amal salih yang dilakukan warga Ranting Muhammadiyah Dukuhbenda melalui menghidupkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) merupakan teladan autentik.

Baca juga: Hukum Mengunggah Perbuatan Amal ke Media Sosial 

Baca juga: Fatwa MUI soal Uang Panai Pernikahan: Mubah Selama Tidak Menyalahi Prinsip Syariah 

"Mari kita hidupkan AUM kita, karena iman ini harus dibuktikan. Hari itu di pengajian itu, dengan segala keterbatasan terkumpul lebih dari Rp60 juta di pengajian itu untuk membangun SD Tahfidzul Qur'an," tuturnya.

Dalam urusan kebaikan, Ustadz Fathurrahman meyakini bahwa akan banyak orang yang terlibat. Tergantung seberapa serius kebaikan-kebaikan tersebut dibuktikan sebagai tanda dari keimanan yang penuh di hati kaum Muslimin.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini