Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terkait Kasus Eko Kuntadhi, Ini Tafsir Surat Ali Imran Ayat 14

Hantoro , Jurnalis-Kamis, 15 September 2022 |08:09 WIB
Terkait Kasus Eko Kuntadhi, Ini Tafsir Surat Ali Imran Ayat 14
Ilustrasi tafsir Surat Ali Imran Ayat 14 terkait kasus Eko Kuntadhi dan Ning Imaz. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

TAFSIR Surat Ali Imran Ayat 14 ramai dibahas setelah pegiat media sosial Eko Kuntadhi diduga menghina Ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra atau akrab disapa Ning Imaz yang membahas tentang ayat tersebut. Diketahui Ning Imaz merupakan istri Gus Rifqil Moeslim dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Surat Ali Imran sendiri merupakan surat ke-3 dalam kitab suci Alquran. Surat ini memiliki arti "Keluarga Imran" dan terdiri dari 200 ayat. Kemudian termasuk golongan Madaniyyah atau turun di Kota Madinah.

BACA JUGA: Surat Ali Imran Ayat 1-200 Beserta Teks Arab Latin Lengkap di Alquran Digital Okezone 

Adapun isi Surat Ali Imran Ayat 14 adalah sebagai berikut, seperti terdapat dalam Alquran Digital Okezone:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَآءِ وَالۡبَـنِيۡنَ وَالۡقَنَاطِيۡرِ الۡمُقَنۡطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالۡفِضَّةِ وَالۡخَـيۡلِ الۡمُسَوَّمَةِ وَالۡاَنۡعَامِ وَالۡحَـرۡثِؕ ذٰ لِكَ مَتَاعُ الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا ۚ وَاللّٰهُ عِنۡدَهٗ حُسۡنُ الۡمَاٰبِ

Zuyyina linnaasi hubbush shahawaati minannisaaa'i wal baneena walqanaateeril muqantarati minaz zahabi walfiddati walkhailil musawwamati wal an'aami walhars; zaalika mataa'ul hayaatid dunyaa wallaahu 'indahoo husnul ma-aab.

Artinya: "Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (QS Ali Imran/3: 14) 

BACA JUGA: 10 Ayat Terakhir Surat Ali Imran yang Selalu Dibaca Rasulullah 

Tafsir Surat Ali Imran Ayat 14:

Sesudah dijelaskan pada ayat sebelum ini tentang kekeliruan pandangan orang kafir terhadap harta dan anak-anak serta penyimpangan mereka dari kebenaran, maka dalam ayat ini diterangkan segi kesesatan mereka yang disebabkan oleh harta dan anak yang dijadikan tumpuan harapan mereka.

Adalah keliru kalau manusia menjadikan harta dan anak sebagai tujuan hidupnya. Perempuan, anak-anak, emas dan perak, kendaraan, binatang peliharaan, dan semua kekayaan adalah menyenangkan manusia dan sangat dicintainya.

Sebenarnya bukan sesuatu yang terlarang mencintai benda-benda itu, karena manusia tidak dapat terhindar dari mencintainya. Namun sedikit sekali orang yang memahami keburukan atau bahayanya, sekalipun bukti-bukti cukup jelas dan banyak yang memperlihatkan keburukan dan bahayanya itu.

Kadang-kadang manusia menyukai sesuatu, padahal dia mengetahui sesuatu itu buruk, dan tidak berguna. Siapa yang menyukai sesuatu tetapi dia menganggap hal itu tidak baik untuk dirinya, dia dapat melepaskan diri dari pengaruhnya. Sesungguhnya Allah menjadikan tabiat manusia cinta kepada harta benda dan kesenangan.

Oleh sebab itu, Allah Subhanahu wa ta'ala menjadikan harta benda dan kesenangan sebagai sarana menguji keimanan seseorang, apakah dia akan menggunakan semua harta dan kesenangan itu untuk kehidupan duniawi saja, ataukah dia akan menggunakan harta bendanya untuk mencapai keridaan Allah Ta'ala.

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami uji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya. (QS Al Kahf/18: 7) 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement