Share

Berdoa di Pekarangan, Abu Nawas Kejatuhan 100 Keping Perak, Rezeki Nomplok!

MNC Portal, Jurnalis · Senin 26 September 2022 06:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 25 614 2674533 berdoa-di-pekarangan-abu-nawas-kejatuhan-100-keping-perak-rezeki-nomplok-Y1VK3wfcgk.jpg Ilustrasi cerita lucu Abu Nawas. (Foto: Istimewa/Okezone)

CERITA lucu ini terjadi ketika Abu Nawas belum menjadi Staf Khusus Baginda Raja. Kehidupan ekonominya tergolong prasejahtera. Dia bisa makan sedikit enak bila ada rezeki nomplok, misalnya mendapat hadiah dari Raja. Itu pun biasanya sebagian dibagi-bagikan kepada masyarakat miskin lainnya.

Dikarenakan biasa hidup pas-pasan, Abu Nawas tidak pernah mengeluh. Tapi, kondisi ini tentu saja berbeda dengan istrinya. Belahan hati Abu Nawas itu sering mengeluh.

BACA JUGA:Ribut Sama Majikannya, Abu Nawas Ancam Bunuh Diri Minum Madu, Eh Malah Kekenyangan 

"Apakah hidup kita akan terus begini? Miskin," tanya sang istri, dikutip dari Kalam Sindonews.

"Tapi aku mengabdi kepada Allah Subhanahu wa ta'ala saja," jawab Abu Nawas santai. 

Ilustrasi humor Abu Nawas. (Foto: Istimewa/Sindonews)

"Kalau begitu, mintalah upah kepada Allah Ta'ala," spontan istrinya menyahut.

Dasar Abu Nawas. Merespons omongan istrinya, ia pun langsung ke pekarangan, bersujud, dan berteriak keras-keras, "Ya Allah, berilah hamba upah 100 keping perak!" ucapan itu dilakukan berulang-ulang.

BACA JUGA:Aneh tapi Nyata! Abu Nawas Bikin Panci Beranak, Gimana Caranya? 

Sudah pasti sang tetangga mendengar teriakan itu. Dia ingin mempermainkan Abu Nawas. Dilemparkannya 100 keping perak ke kepala Abu Nawas.

Sang tetangga menjadi terkejut karena begitu uang itu mengenai kepala, Abu Nawas langsung membawa lari uang tersebut ke dalam rumah dengan gembira sambil berteriak, "Istriku, aku ternyata memang Wali Allah. Ini upahku dari Allah Ta'ala." 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sang istri tidak kalah senangnya begitu suaminya menyerahkan uang itu. Tidak lama muncul sang tetangga yang menyerbu rumah Abu Nawas.

Ia meminta kembali uang yang baru dilemparkannya. Abu Nawas menjawab, "Aku memohon kepada Allah Ta'ala, dan uang yang jatuh itu pasti jawaban dari Allah."

BACA JUGA:Sembuhkan Penyakit Temannya, Abu Nawas Ajak Orang-Orang Makan Enak 

Tetangganya marah. Dia mengajak Abu Nawas menghadap hakim. Abu Nawas berkelit, "Aku tidak pantas ke pengadilan dalam keadaan begini. Aku tidak punya kuda dan pakaian bagus. Pasti hakim berprasangka buruk kepada orang miskin."

"Maksudmu?" tanya sang tetangga tidak mengerti.

"Pinjamkan aku jubah dan kuda," jawab Abu Nawas.

BACA JUGA:Apes! Abu Nawas Bikin Murid-muridnya Tertawa Terus, tapi Malah Dijuluki Guru Badut 

Demi uangnya kembali, sang tetangga meminjamkan jubah dan kuda.

Tidak lama kemudian, mereka menghadap hakim. Tetangga Abu Nawas segera mengadukan kasusnya itu kepada hakim. Ia bercerita secara detail kejadiannya. 

"Bagaimana pembelaanmu?" tanya hakim kepada Abu Nawas.

"Tetangga saya ini gila, Tuan Hakim," jawab Abu Nawas.

"Apa buktinya?" tanya hakim.

BACA JUGA:Berani Banget! Abu Nawas Jual Baginda Raja sebagai Budak, Ini Gara-garanya 

BACA JUGA:Sakti Banget! Abu Nawas Pindahkan Istana ke Gunung, Jin Ifrit Kalah Telak 

"Tuan Hakim bisa memeriksanya langsung. Ia pikir segala yang ada di dunia ini miliknya. Coba tanyakan, misalnya tentang jubah saya dan kuda saya, tentu semua diakui sebagai miliknya. Apalagi pula uang saya."

Dengan kaget, sang tetangga berteriak, "Tetapi itu semua memang milikku!"

Bagi sang hakim, bukti-buktinya sudah cukup. Perkara putus. Abu Nawas menang.

Allahu a'lam bissawab

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini