Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Malaikat Penjaga Gunung Marah Lihat Rasulullah Dibuat Sedih

Melati Septyana Pratiwi , Jurnalis-Rabu, 28 September 2022 |16:06 WIB
Kisah Malaikat Penjaga Gunung Marah Lihat Rasulullah Dibuat Sedih
Ilustrasi kisah Malaikat Penjaga Gunung marah lihat Rasulullah dibuat sedih penduduk Thaif. (Foto: Istimewa/Sindonews)
A
A
A

ADA hari di mana Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam merasa begitu sedih. Momen itu pernah beliau ungkapkan kepada sang istri tercinta Aisyah.

Sebagaimana telah Okezone himpun, dijelaskan dalam kitab Shahih Bukhari volume 4 hadits nomor 3231, istri Rasululllah Shallallahu alaihi wassallam pernah bertanya mengenai hari yang lebih buruk ketimbang Perang Uhud. Ternyata ada hari tersebut menurut Rasulullah.

Baca juga: 6 Peninggalan Nabi hingga Sahabat yang Sangat Menakjubkan, Salah Satunya Ada di Indonesia 

"Ya, itu adalah hari Aqabah di Thaif," jawab Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

Hari yang dimaksud oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam adalah ketika beliau menyampaikan dakwah atau pesan Islam kepada penduduk Thaif. Bukannya mendapat sambutan baik, Rasulullah justru mengalami perlakuan kejam.

Ilustrasi kisah Malaikat Penjaga Gunung marah lihat Rasulullah dibuat sedih penduduk Thaif. (Foto: Okezone/Salman Mardira)

Mereka menimpuki Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dengan batu dan sama sekali mengabaikan pesannya. Tentunya mereka juga tidak mematuhi apa yang disampaikan Rasulullah.

Setelah kejadian tidak menyenangkan, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam berbaring dan menatap matahari. Saat itu juga datanglah gumpalan awan kelabu.

Baca juga: Kisah Jin Pertama Kali Dengar Bacaan Alquran dari Rasulullah saat Sholat Berjamaah 

Rupanya Malaikat Jibril telah datang kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Dia menyampaikan bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala telah mengetahui perilaku buruk penduduk Thaif.

"Allah telah menyaksikan apa yang mereka lakukan kepadamu, dan bagaimana perlakuan mereka kepadamu. Jadi Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung untuk membantumu," ujar Malaikat Jibril.

Ya, malaikat penjaga gunung benar-benar dipanggil oleh Malaikat Jibril atas perintah Allah Azza wa Jalla. Dia lantas menawarkan diri untuk melakukan apa pun yang dikehendaki Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

"Tuhanmu telah mengutusku, dan kami telah mendengar serta menyaksikan apa yang dilakukan orang-orang kepadamu. Perintahkanlah apa yang harus kulakukan. Apa pun katamu akan kulakukan. Apa kau ingin aku mengangkat dua gunung di Kota Makkah? Sehingga, orang-orang itu akan remuk karena terhimpit gunung itu?" tanya malaikat penjaga gunung.

Baca juga: Kisah Pertobatan dan Kejujuran 3 Sahabat Nabi yang Tidak Ikut Perang Tabuk 

Baca juga: Kisah Ruqayyah Putri Rasulullah Wafat ketika Perang Badar, Meninggalkan Suami Setia Utsman bin Affan 

Meskipun bisa saja meminta bantuan malaikat penjaga gunung untuk membalas perlakuan buruk terhadapnya, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menolaknya. Beliau justru lebih ingin jika penduduk Thaif kelak bisa mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla.

“Tidak, aku lebih mengizinkan jika Allah Subhanahu wa ta'ala menjadikan keturunan dari orang-orang ini, generasi orang-orang setelah ini, menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya," jawab Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

Betapa mulianya Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Di hati terburuknya sekalipun beliau tidak menyimpan dendam sama sekali. Wallahu a'lam bisshawab.

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement