Ustadz Adi Hidayat juga meminta pemerintah maupun stakeholder terkait untuk melakukan evaluasi penuh agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Sehingga, dapat mengetahui penyebab dan juga mengantisipasi hal itu terjadi di kemudian hari.
UAH menuturkan, olahraga bukan perkara menang atau kalah, olahraga bukan perkara menjadi juara atau tanda gradasi, olahraga tidak dibatasi dengan bisnis dan kepentingan. Olahraga momentum yang menyehatkan, olahraga momentum yang menggembirakan, olahraga momentum yang menyatukan.
BACA JUGA:Tragedi Kanjuruhan, MUI Dorong Evaluasi Menyeluruh
BACA JUGA: Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan Lihat Kematian Secara Langsung, Apa Dampak Psikologisnya?
"Oleh karena itu, mari kita kembalikan cara pandang dan rasa kita terhadap olahraga untuk menikmati momen-momen itu untuk menghadirkan kebersamaan keceriaan kebahagiaan mendukung adalah hal yang wajar senang."
"Cinta adalah hal yang wajar. Yang tidak wajar adalah sesuatu yang berlebihan. Berlebihan dalam mendukung bisa melahirkan perasaan-perasaan yang tentunya boleh jadi tidak melahirkan sikap positif. Cinta yang berlebihan juga terkadang bisa menggelisahkan atau bahkan mungkin juga menyusahkan," pungkasnya.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)