Share

Ustadz Adi Hidayat Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan, Ajak Umat Bahu-membahu Menolong

Fini Nola Rachmawati, Jurnalis · Senin 03 Oktober 2022 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 614 2679574 ustadz-adi-hidayat-doakan-korban-tragedi-kanjuruhan-ajak-umat-bahu-membahu-menolong-A7KJhPmU0m.jpg Ustadz Adi Hidayat (UAH) turut berduka atas musibah tragedi Kanjuruhan. (Foto: YouTube Adi Hidayat Official)

PERTANDINGAN antara Arema FC melawan Persebaya yang digelar pada Sabtu 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang, diwarnai dengan kericuhan. Tragedi Kanjuruhan itu terjadi usai pertandingan dan menyebabkan 125 orang meninggal dunia serta puluhan lainnya luka-luka.

Tragedi Kanjuruhan ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk dai muda Ustadz Adi Hidayat (UAH). Melalui unggahan di akun Instagram-nya @adihidayatofficial, ia menyatakan turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah tersebut.

BACA JUGA:Tragedi Kanjuruhan, MUI Ingatkan Hak-Hak Korban Jiwa Wajib Dipenuhi 

 

"Kita mendengar, mengetahui, menyimak di berbagai media yang mampu kita akses bahwa terjadi satu musibah di Stadion Kanjuruhan yang tentunya mengundang keprihatinan dan dukacita mendalam dari kita semua, termasuk kami Adi Hidayat," ucapnya.

"Izinkan kami memulai untuk bisa menyampaikan rasa dukacita, keprihatinan, dan doa mendalam atas musibah yang terjadi, khususnya kepada seluruh keluarga korban ataupun yang diuji melalui musibah ini," imbuh UAH.

BACA JUGA:MUI: Bentuk Tim Independen Usut Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan 

Tidak hanya itu, Ustadz Adi Hidayat pun mengajak saudara seiman untuk mendoakan dengan sepenuh hati untuk para korban jiwa yang meninggal dunia maupun yang tengah dirawat di rumah sakit. Tidak lupa, mengajak bahu-membahu menolong korban.

"Saya ingin mengajak kepada saudara-saudariku, khususnya teman-teman di sekitaran Malang, khususnya teman-teman yang biasa mengaji, baik secara langsung dengan kami ataupun melalui sarana online, bersama untuk hadir membantu keluarga-keluarga yang diuji dengan musibah, baik korban yang wafat."

"Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala menerima amal salih dari sekian hamba yang telah kembali kepada-Nya ataupun yang saat ini masih terbaring sakit, baik itu ringan ataupun berat, dari musibah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan. Luangkan waktu bersama membantu apa yang bisa kita lakukan sehingga musibah ini terasa ringan untuk dilalui," ajak Ustadz Adi Hidayah. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ustadz Adi Hidayat juga meminta pemerintah maupun stakeholder terkait untuk melakukan evaluasi penuh agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Sehingga, dapat mengetahui penyebab dan juga mengantisipasi hal itu terjadi di kemudian hari.

UAH menuturkan, olahraga bukan perkara menang atau kalah, olahraga bukan perkara menjadi juara atau tanda gradasi, olahraga tidak dibatasi dengan bisnis dan kepentingan. Olahraga momentum yang menyehatkan, olahraga momentum yang menggembirakan, olahraga momentum yang menyatukan.

BACA JUGA:Tragedi Kanjuruhan, MUI Dorong Evaluasi Menyeluruh 

BACA JUGA: Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan Lihat Kematian Secara Langsung, Apa Dampak Psikologisnya? 

"Oleh karena itu, mari kita kembalikan cara pandang dan rasa kita terhadap olahraga untuk menikmati momen-momen itu untuk menghadirkan kebersamaan keceriaan kebahagiaan mendukung adalah hal yang wajar senang."

"Cinta adalah hal yang wajar. Yang tidak wajar adalah sesuatu yang berlebihan. Berlebihan dalam mendukung bisa melahirkan perasaan-perasaan yang tentunya boleh jadi tidak melahirkan sikap positif. Cinta yang berlebihan juga terkadang bisa menggelisahkan atau bahkan mungkin juga menyusahkan," pungkasnya.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini