3. Imam Ahmad dalam Musnadnya dan At-Tirmidzi dalam Jami' At-Tirmidzi meriwayatkan dari hadits Sa'd bin Abi Waqqash dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda:
دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ
Artinya: "Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika ia berada di perut ikan adalah: Laa ilaha illa anta subhaanaka innii kuntu minadzzoolimiin (Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Mahasuci Engkau, Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim)." (QS Al Anbiyaa: 87)
4. Dalam Surat Al Anbiya Ayat 83 menerangkan tentang doa Nabi Ayyub 'alaihissalam saat mendapat ujian berat ditimpa penyakit bertahun-tahun. Nabi Ayyub lalu bermunajat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan diabadikan dalam Alquran:
وَاَيُّوۡبَ اِذۡ نَادٰى رَبَّهٗۤ اَنِّىۡ مَسَّنِىَ الضُّرُّ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِيۡنَ
Artinya: "Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, '(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang'."
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)