Share

Ini Alasan Kucing Jadi Hewan Kesayangan Rasulullah

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 30 November 2022 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 614 2717173 ini-alasan-kucing-jadi-hewan-kesayangan-rasulullah-OXshLa77FG.jpg Ilustrasi alasan kucing jadi hewan kesayangan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. (Foto: Shutterstock)

KUCING menjadi hewan kesayangan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Beliau pun mempunyai kucing yang diberi nama Mueeza. Salah satu kebiasaan Mueeza yang sangat disukai oleh Nabi adalah selalu mengeong setiap kali mendengar lantunan adzan.

"Seakan Mueeza memahami panggilan sholat," kata Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:Posisi Imam ketika Sholat Jenazah Pria dan Wanita, Ini Penjelasan 4 Mazhabย 

Ilustrasi Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menyayangi hewan kucing. (Foto: Istimewa/mui.or.id)

Ia mengatakan, kucing merupakan hewan yang memiliki banyak keistimewaan sehingga Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam sangat menyayanginya. Selain itu terdapat beberapa alasan mengapa hewan ini begitu disayang Nabi:

Pertama, kucing termasuk hewan yang mampu beradaptasi dengan pemiliknya, termasuk mempunyai kecerdasan dan naluri yang luar biasa.

BACA JUGA:Sholat Dzuhur dan Ashar Tidak Bersuara, Ustadz Adi Hidayat Ungkap Alasannyaย 

Kedua, menyayangi ciptaan Allah Subhanahu wa ta'ala seperti kucing akan memberikan pahala. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

ููŠ ูƒู„ู‘ ุฐุงุช ูƒุจุฏ ุญุฑู‘ุงุก ุฃุฌุฑ

Artinya: "Pada setiap yang mempunyai hati yang bisa kehausan terdapat pahala (dalam berbuat baik kepadanya)." (HR Bukhari nomor 2363)ย 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Ketiga, kucing adalah hewan rumahan yang bersih.

ุนูŽู†ู’ ูƒูŽุจู’ุดูŽุฉูŽ ุจูู†ู’ุชู ูƒูŽุนู’ุจู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ู‚ูŽุชูŽุงุฏูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽุจูŽุง ู‚ูŽุชูŽุงุฏูŽุฉูŽ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ููŽุณูŽูƒูŽุจู’ุชู ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุถููˆุกู‹ุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ููŽุฌูŽุงุกูŽุชู’ ู‡ูุฑู‘ูŽุฉูŒ ุชูŽุดู’ุฑูŽุจู ููŽุฃูŽุตู’ุบูŽู‰ ู„ูŽู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฅูู†ูŽุงุกูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุดูŽุฑูุจูŽุชู’ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ูƒูŽุจู’ุดูŽุฉู ููŽุฑูŽุขู†ููŠ ุฃูŽู†ู’ุธูุฑู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุชูŽุนู’ุฌูŽุจููŠู†ูŽ ูŠูŽุง ุจูู†ู’ุชูŽ ุฃูŽุฎููŠ ููŽู‚ูู„ู’ุชู ู†ูŽุนูŽู…ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽุชู’ ุจูู†ูŽุฌูŽุณู ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู‡ููŠูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ุทู‘ูŽูˆู‘ูŽุงูููŠู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุงู„ุทู‘ูŽูˆู‘ูŽุงููŽุงุชู

Artinya: "Dari Kabsyah binti Ka'ab bin Malik istri Ibnu Abu Qatadah, bahwa Abu Qatadah masuk menemuinya. (Kabsyah) berkata, 'Aku menuangkan air untuknya, tiba-tiba seekor kucing masuk dan meminumnya, Abu Qatadah kemudian memiringkan bejana tersebut hingga kucing tersebut dapat minum.' Kabsyah berkata, 'Abu Qatadah tahu bahwa aku sedang memerhatikannya, maka ia pun berkata, 'Apakah engkau heran, wahai putri saudaraku?' Aku menjawab, 'Ya.' Ia berkata, 'Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: Kucing tidak najis. Ia merupakan hewan yang biasa berkeliaran di sekelilingmu'." (HR At-Tirmidzi nomor 92)

Keempat, kucing hewan yang bersih, air liurnya tidak najis. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

"Kucing adalah binatang yang badan, keringat, bekas sisa makanan, serta air lirnya adalah suci. Air lirnya bahkan bersifat membersihkan. Hidupnya lebih bersih dari manusia." (HR Malik)

Imam Nawawi juga mencantumkan riwayat:

๏ปญูŽ๏บญูŽ๏ปญูŽ๏ปฏ ๏บƒูŽ๏บ‘ู๏ปฎ ๏บฉูŽุง๏ปญู๏บฉ ๏ปญูŽุง๏บ‘ู’๏ปฆู ๏ปฃูŽ๏บŽ๏บŸูŽ๏ปชู’ ๏ปซูŽ๏บฌูŽุง ุง๏ปŸู’๏บคูŽ๏บชู๏ปณ๏บšู ๏บƒูŽ๏ปณู’๏ป€ู‹๏บŽ ๏ปฃู๏ปฆู’ ๏บญู๏ปญูŽุง๏ปณูŽ๏บ”ู ๏ป‹ูŽ๏บŽ๏บ‹ู๏บธูŽ๏บ”ูŽ ๏ปญูŽ๏ป“ู๏ปด๏ปชู ๏บฏู๏ปณูŽ๏บŽ๏บฉูŽ๏บ“ูŒ ๏ป—ูŽ๏บŽ๏ปŸูŽ๏บ–ู’ ๏ป‹ูŽ๏บŽ๏บ‹ู๏บธูŽ๏บ”ู ๏ปญูŽ๏ป—ูŽ๏บชู’ ๏บญูŽ๏บƒูŽ๏ปณู’๏บ–ู ๏บญูŽ๏บณู๏ปฎ๏ปูŽ ุง๏ปŸ๏ป ู‘ูŽ๏ปชู ๏บปูŽ๏ป ู‘ูŽ๏ปฐ ุง๏ปŸ๏ป ู‘ูŽ๏ปชู ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปดู’๏ปชู ๏ปญูŽ๏บณูŽ๏ป ู‘ูŽ๏ปขูŽ ๏ปณูŽ๏บ˜ูŽ๏ปฎูŽ๏บฟู‘ูŽ๏บ„ู ๏บ‘ู๏ป”ูŽ๏ป€ู’๏ป ู๏ปฌูŽ๏บŽ

Artinya: "Abu Dawud dan Ibnu Majah meriwayatkan melalui jalur Aisyah dengan tambahan, 'Aku melihat Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam berwudhu dengan sisa air yang diminum oleh kucing'." (Lihat kitab Al-Majmuโ€™ 1/171)

Wallahu a'lam bisshawab.ย 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini