Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alquran dan Sains Ingatkan Jangan Buang Air Sembarangan, Bisa Sebabkan Penyakit

Novie Fauziah , Jurnalis-Kamis, 16 Februari 2023 |10:01 WIB
Alquran dan Sains Ingatkan Jangan Buang Air Sembarangan, Bisa Sebabkan Penyakit
Ilustrasi Alquran dan sains ungkap larangan buang air sembarangan. (Foto: Unsplash)
A
A
A

ALQURAN sudah menjelaskan tentang apa-apa yang akan terjadi dalam kehidupan umat manusia. Bahkan, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pun mengingatkan terhadap perbuatan-perbuatan yang harus dihindari.

Peringatan tersebut salah satunya adalah larangan buang air sembarangan, karena bisa menyebabkan penyakit. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

"Waspadalah terhadap dua orang pengundang laknat." Para sahabat bertanya, "Siapakah dua orang pengundang laknat itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Mereka adalah orang yang buang hajat di tengah jalan dan orang yang buang hajat di tempat bernaung manusia." (HR Ahmad dan Muslim)

"Tidaklah seseorang dari kalian buang air kecil di air yang tergenang, lalu mandi dengan air itu." (HR Muttafaq ‘Alaih)

Diriwayatkan dari Jabir, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam melarang air yang tergenang dikencingi. (HR Muslim)

BACA JUGA:Viral Warung Sayur Kejujuran di Jepang, Dagangan hingga Uang Tidak Ada yang Hilang 

Info grafis keutamaan membaca Surat Al Kahfi. (Foto: Okezone)

BACA JUGA:Viral Anak Belikan Ambulans untuk Ayahnya yang Sakit, Masya Allah Sangat Berbakti 

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam juga bersabda, "Jika salah seorang dari kalian minum maka jangan bernapas di dalam cangkirnya. Dan jika ingin buang air, maka jangan menyentuh kemaluannya dan jangan membersihkannya dengan tangan kanan."

Dalam beberapa hadits tersebut jelas menerangkan dilarangnya buang air kecil atau kencing di sembarang tempat. Sebab, terdapat berbagai penyakit yang bisa merusak kesehatan manusia.

Dikutip dari "Buku Pintar Sains dalam Alquran" karya Dr Nadiah Thayyarah, terdapat sebuah riwayat hadits yang menjelaskan tentang pentingnya menjaga kebersihan, khususnya setelah buang air kecil atau besar.

Dari Abi Al-Ghadiyah al-Yamami, ia berkata, "Saya datang ke Madinah. Kemudian datanglah utusan Katsir ibn Ash-Shillat. Rasulullah lalu memanggil mereka, namun tidak seorang pun yang bangkit kecuali Abu Hurairah dan lima orang dari mereka. Aku salah satunya. Mereka lalu bangkit dan makan. Kemudian Abu Hurairah mencuci tangannya, lalu berseru, "Demi Allah, wahai penghuni masjid, kalian telah durhaka kepada Abu al-Qasim." (HR Ahmad) 

Jika dilihat dengan mata jernih, faedah-faedah yang akan diraih dengan mengikuti ajaran-ajaran Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tersebut maka akan mendapat hikmah di balik semuanya. Ilmu pengetahuan modern menyimpulkan adanya hubungan antara ketidakbersihan dan pencemaran dengan timbulnya penyakit, baik oleh bakteri atau virus.

Ada beberapa penyakit yang bisa menular melalui makanan atau air yang tercemar kotoran (melalui lubang anus atau mulut). Misalnya, demam tipus atau tifoid, kolera, disentri amuba, infeksi liver dan flu usus yang gejalanya berupa mencret dan muntah berat.

Demam tipus adalah penyakit umum yang timbul akibat bakteri Salmonella dan hanya menyerang manusia saja. Secara klinis, gejalanya berupa tubuh lemas, demam dan gangguan pada perut, pembengkakan pada limpa, serta kekurangan sel darah putih. Bakteri Salmonella akan masuk ke tubuh melalui mulut.

Salmonella tipus ini bisa keluar bersama tinja, sebagaimana juga melalui urine. Walau pasien demam tipus telah sembuh, ia tetap membawa bakteri Salmonella. Bakteri ini mengendap di dua tempat yakni kantong empedu dan ginjal.

Pertama, dari kantong empedu, bakteri ini bergerak menuju usus lalu keluar bersama feses. Kedua, dari ginjal, bakteri ini akan keluar melalui urine. Dengan demikian, sungguh benar sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang melarang umat manusia untuk buang air besar di jalanan dan buang air kecil di air tergenang.

Sebab, tinja dan urine penderita demam tipus dapat mencemari tanah, debu, dan air dengan bakteri Salmonella. Apalagi bakteri ini dapat bertahan hidup di tanah bersama fase selama enam minggu, sedang di air minimal selama empat minggu. 

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam juga memerintahkan umat manusia untuk mencuci tangan dan tidak menggunakan tangan kanan untuk membersihkan diri sehabis buang air.

Secara ilmiah, telah terbukti bahwa sebagian besar kasus keracunan makanan, tipus, dan disentri usus disebabkan oleh orang-orang yang membawa mikroba penyakit, tidak menjaga kesehatannya dan tidak mengikuti sunnah serta petunjuk Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

Kemudian salah satu alasan mengapa umat Islam dianjurkan untuk senantiasa menjaga kebersihan adalah karena kebersihan merupakan sesuatu yang disukai Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam:

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ , نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ , كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ , جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ , فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ

"Dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu." (HR Tirmizi)

Wallahu a'lam bisshawab

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement