Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kapan Batas Akhir Mengganti Puasa Ramadhan Tahun Lalu? Simak Penjelasannya Berikut Ini

Cita Najma Zenitha , Jurnalis-Senin, 13 Maret 2023 |17:13 WIB
Kapan Batas Akhir Mengganti Puasa Ramadhan Tahun Lalu? Simak Penjelasannya Berikut Ini
Ilustrasi batas akhir mengganti puasa Ramadhan tahun lalu. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

KAPAN batas akhir mengganti puasa Ramadhan tahun lalu? Simak penjelasannya berikut ini. Mengganti puasa Ramadhan atau qadha puasa hukumnya wajib.

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan keringanan bagi hamba-Nya yang tidak dapat menjalankan puasa Ramadhan. Penyebab seseorang tidak melaksanakan puasa Ramadhan di antaranya haid, sakit, usia, dan alasan lainnya.

Oleh karena itu, umat Islam mengganti utang puasa Ramadhan dengan qadha puasa. Namun, ada batas akhir qadha puasa Ramadhan.

Lantas, kapan batas akhir mengganti puasa Ramadhan tahun lalu? 

Info grafis doa menyambut bulan Ramadhan. (Foto: Okezone)

Batas akhir mengganti puasa Ramadhan tahun lalu yaitu sebelum pertengahan atau pada akhir bulan Syaban. Tapi, ada dua pendapat dari para ulama terkait batas akhir membayar utang puasa Ramadhan.

Menurut ulama Syafi'iyah dan ulama Hanabilah, batas akhir mengganti puasa Ramadhan yaitu sampai tiba bulan puasa berikutnya. Jika tidak mengganti utang puasa sampai datang Ramadhan berikutnya maka berdosa.

Sementara ulama Hanafiyah menjelaskan bahwa tidak ada batas akhir mengganti puasa Ramadhan. Menurut ulama Hanafiah, umat Islam dapat mengganti hutang puasa kapan saja, baik itu mengganti setelah bulan Ramadhan atau pada tahun-tahun setelahnya.

Pernyataan tersebut sebagaimana penjelasan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, "Ulama Hanafiyah berkata: Boleh untuk mengakhiri qadha puasa Ramadhan secara mutlak dan tidak berdosa, meski puasa Ramadhan berikutnya telah tiba." 

Ketentuan membayar utang puasa Ramadhan terdapat dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala di Alquran Surat Al Baqarah Ayat 184:

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan orang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasalah lebih baik untukmu jika kamu telah mengetahui."

Demikian informasi kapan batas akhir mengganti puasa Ramadhan tahun lalu? Simak penjelasannya berikut ini. Wallahu a'lam bisshawab

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement