Keinginannya mempelajari Islam makin kuat. Nico mulai membanding-bandingkan dengan agama sebelumnya, khususnya kematian sosok Tuhan yang dianggap janggal.
Di dalam kitabnya kala itu disebabkan bahwa kematian sosok itu belum tervalidasi secara akurat. Terlebih lagi tentang agama yang dibawanya diklaim sebagai kepercayaan langsung diajarkan oleh sosok itu sendiri.
"Mulai tergoncang hati saya, soalnya faktanya itu tidak jelas," ujar Nico.
Hingga akhirnya dirinya yakin dengan Islam dan memutuskan membaca dua kalimat syahadat, tepatnya pada 25 Desember 2016. Menurut Nico, tidak ada kata terlambat untuk bertobat bersyahadat, sehingga kini dirinya resmi masuk Islam.
"Makanya saya memilih Islam karena lebih banyak memang yang sesuai. Entah itu dari keilmuan, dari sanad, dan lain sebagiannya itu sesuai dengan hati saya," pungkasnya.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)