"Sebelum berangkat, saling menitipkan satu sama lain. Ini yang membuat sesama jemaah saling memberi bantuan. Sejauh ini juga tidak ada keluar dari jemaah terkait keberadaan lansia di kamar mereka," tambah Deni.
Pemantuan terhadap lansia juga dilakukan tim dokter. Mereka rutin melihat dan memeriksa kondisi jemaah. Karena sebelum keberangkatan masing masing jemaah memiliki kartu kesehatan dengan riwayat kesehatan masing-masing.
Secara khusus, dia juga memberi pemahaman kepada jemaah untuk tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunnah seperti Arbain yang bisa menguras energi jemaah. Pihaknya memberi pengertian kepada jemaah, dan mereka mau mendengarkan serta menjalankan dan tidak melakukan protes.
"Tapi khusus raudhah kami fasilitasi dan antar ke sana karena hanya sekali selama di Madinah," pungkasnya.
(Nanda Aria)