MADINAH - Menteri Koordinator Bidang Pemangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi menilai prioritas untuk lansia dalam pembagian kuota jamaah haji sangat penting. Menurut dia, semakin ditunda jumlah jamaah haji lansia akan menjadi beban karena daftar tunggu semakin panjang.
Muhadjir Effendi mengatakan prioritas lansia dilakukan sampai kuota lansia betul-betul tertangani. "Kemarin yang saya cek yang lansia lansia harus antri 13 tahun, rata-rata di atas 10 tahun," kata Muhadjir kepada wartawan di Kantor PPIH Daker Madinah, Sabtu (3/6/2023).
Muhadjir kasihan jika lansia tidak diberi kesempatan haji dengan situasi yang sebenarnya memungkinkan untuk berangkat dengan segala fasilitas yang bisa diberikan.
"Karena mereka kan semakin hari semakin uzur. Kalau yang muda muda masih cukup lama seandainya diundur beberapa tahun masih tidak apa-apa. Tapi untuk lansia ini semakin cepat diberi kesempatan semakin baik," tuturnya.
Satu sisi, Muhadjir mendukung langkah Kementerian Agama (Kemenag) yang dijalankan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menghapus kuota jemaah pendamping dan menggantinya dengan petugas haji. Kuota pendamping, menurut Muhadjir akan menggangu antrian jemaah haji.
Sementara petugas berasal dari profesional yang mengikuti seleksi dan kemudian diangkat sebagai pelayan haji. Apa yang dilakukan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan meniadakan pendamping sangat ideal sehingga sudah seharusnya dipertahankan.
"Dulu memang dibolehkan. Saya kira itu tidak perlu, lebih baik kita menyiapkan petugas sesuai dengan kebutuhan walupun mungkin itu harus menambah anggaran di APBN. Itu sudah tanggung jawab negara," tuturnya.
Dari data Pejabat Siskohat Ditjen Kemenag sekaligus Fasilitator Bidang Pelayanan jemaah Haji Lansia dan Disabilitas PPHI 1444 H, M Slamet ST mengatakan, berdasarkan KMA 189 Tahun 2023, alokasi kuota prioritas jemaah lanjut usia sebanyak 5% dari kuota jamaah haji reguler.
"Berdasarkan data Siskohat per 23 Maret 2023, sekitar 66.943 jamaah haji lansia dengan usia 65 tahun ke atas, atau lebih kurang 30% dari total jamaah akan diberangkatkan dari Indonesia pada tahun 2023," kata Slamet saat pembekalan 1,243 petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Senin (10/4/2023).
Lalu, kata Slamet, sebanyak 12.912 jamaah yang berusia 75 hingga 84 Tahun sekitar 19,3%, dan 7.680 jamaah yang berusia 85 hingga 94 tahun sekira 11,5%, dan 555 jamaah yang berusia 95 tahun ke atas sekira 0,8%. Kuota prioritas lansia sebanyak 10.166, dan jamaah lansia yang masuk kuota sebanyak 56.777.
Imbasnya, sepuluh atau 15 tahun ke depan bukan tidak mungkin jemaah haji asal Indonesia mayoritas lansia. Indikasi itu bisa dilihat dari tren kenaikan jumlah jemaah haji lansia setiap tahunnya.
"Jika melihat daftar tunggu yang mencapai 15 tahun bahkan lebih, ditambah rata rata masyarakat kita mendaftar di usia mapan, bisa jadi tahun mendatang mayoritas adalah lansia," tutur Slamet.
(Erha Aprili Ramadhoni)