APA keutamaan meninggal di Makkah dan Madinah? Diketahui bahwa sebagian besar jamaah haji menginginkan wafat saat sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci Makkah dan Madinah. Mereka percaya ketika wafat di sana akan mendapat kemuliaan.
Salah satu hadits Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam mengatakan tentang keutamaan meninggal di Makkah dan Madinah.

مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا
"Barang siapa yang ingin mati di Madinah, maka matilah di sana. Sesungguhnya aku akan memberi syafaat bagi orang yang mati di sana." (HR Ahmad dan Tirmidzi)
Namun yang dimaksud meninggal tersebut bukan dalam kesengajaan, melainkan karena faktor sakit atau memang sudah takdir dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
أمر بالموت بها وليس ذلك من استطاعته ، بل هو إلى الله تعالى ، لكنه أمر بلزومها والإقامة بها بحيث لا يفارقها
"Perintah agar meninggal di Madinah bukanlah dengan usahanya sendiri, tetapi kembali kepada Allah (sesuai dengan takdir Allah). Hendaknya ia tetap bertahan tinggal di Madinah dan berusaha tidak meninggalkannya." (Tuhfatul Ahwadzi 10/286)