INILAH 5 hadits dhaif paling populer di masyarakat. Hadits merupakan salah satu sumber hukum Islam yang telah disepakati para ulama sehingga kerap menjadi rujukan bagi umat Muslim.
Hadits sendiri berisi perkataan, perbuatan, dan penetapan yang diriwayatkan atau dinisbahkan kepada Rasulullah SAW. Kendati demikian, dalam kajian ilmu hadits rupanya tidak semua hadits bisa dipercayai. Karena beberapa di antaranya tergolong sebagai hadits dhaif.
Lantas, apa itu hadits dhaif dan contoh 5 hadits dhaif paling populer di masyarakat?
Dilansir dari berbagai sumber, Rabu (1/11/2023), terdapat hadits dhaif yang berarti tidak memenuhi kriteria hadits shahih dan hasan. Artinya secara kredibilitas sangat diragukan. Hal ini bisa terjadi karena sanadnya tidak bersambung dan di dalam rangkaian sanadnya terdapat perawi yang bermasalah.
Dari penjelasan di atas, salah satu jenis hadits dhaif yang paling parah adalah maudhu’, yakni hadits yang berisi informasi mengatasnamakan Rasulullah SAW namun pada dasarnya palsu.
Meski demikian, nyatanya beberapa hadits dhaif begitu populer di kalangan masyarakat. Bahkan beberapa di antaranya masih dipercaya hingga saat ini.
Berikut 5 contoh hadits dhaif yang populer di kalangan masyarakat.
5. Ramadhan Dibagi Tiga
مغفرة، وآخره عتق من النار. رواه ابن أبي الدنيا والخطيب وابن عساكر.
Dari Abu Hurairah, Ramadhan itu adalah bulan yang awalnya penuh dengan rahmat. Di pertengahannya penuh dengan ampunan. Dan, di ujungnya pembebasan dari api neraka.” (HR Ibnu Abi Dunya dan Ibnu 'Asakir)
فقد روي من حديث سلمان: وهو شهر أوله رحمة وأوسطه مغفرة وآخره عتق من النار. رواه ابن خزيمة في صحيحه 1887 وقال: إن صح. والبيهقي في شعب الإيمان:
Artinya: Telah diriwayatkan dari Salman bahwa Ramadhan adalah bulan yang awalnya penuh rahmat, Di pertengahannya penuh ampunan dan fase terakhirnya pembebasan dari api neraka. (HR Al Baihaqi dalam Syu'bul Iman).
4. Bulan Rajab Bulan Allah
إِنَّ رَجَب شَهْرُ اللهِ، وَشَعْبَانَ شَهْرِيْ، وَرَمَضَانَ شَهْرَ أُمَّتِي.
Artinya: Sesungguhnya Rajab itu bulannya Allah, dan Sya’ban itu bulanku, dan Ramadhan itu bulan ummatku.
3. Pahala Sholat 6 Rakaat
Diriwayatkan oleh Umar bin Rasyid dari Yahya bin Abi Katsir, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah menyatakan bahwa Rasulullah bersabda,
“Barangsiapa yang shalat 6 rakaat setelah shalat maghrib dan tidak berbicara sedikitpun di antara sholat tersebut, maka baginya sebanding dengan pahala ibadah selama 12 tahun.”
2. Mencari Ilmu Sampai ke Negeri China
اطلبوا العلم ولو بالصين فإن طلب العلم فريضة على كل مسلم
Artinya: Carilah ilmu meskipun di negeri China, karena mencari ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim.
1. Tidur dan Diamnya Orang Puasa
الصَّائِمُ فِي عِبَادَةٍ وَإِنْ كَانَ رَاقِدًا عَلَى فِرَاشِهِ
“Orang yang berpuasa itu tetap dalam kondisi beribadah meskipun dia tidur di atas kasurnya“. [HR Tamâm]
Demikian 5 hadits dhaif paling populer di masyarakat. Wallahu a'lam bisshawab. (Hfd)
(Hantoro)