STAF Khusus Menteri Agama Bidang Komunikasi Publik dan Teknologi Sistem Informasi Wibowo Prasetyo mengatakan istithaah kesehatan menjadi isu penting dan sentral di antara fokus lainnya dalam ibadah haji.
Ia menegaskan haji adalah ibadah fisik yang menuntut kesiapan kesehatan prima agar bisa menjalankan serangkaian rukun haji yang berat.
"Kalau kesehatan tidak prima, rangkaian ibadah haji atau rukun haji tidak akan terpenuhi. Kita berusaha bagaimana istithaah kesehatan bisa berjalan dan jamaah haji sejak dini dapat menyiapkan fisiknya mulai dari manasik hingga pemeriksaan kesehatan," ujarnya dalam media gathering di Jakarta beberapa waktu lalu.
"Ini bukan hanya kepedulian Kementerian Agama bersama kementerian/lembaga lainnya, melainkan juga perlu melibatkan jurnalis dalam mengedukasi jamaah terkait istithaah sejak dini," imbuhnya, dikutip dari Haji.kemenag.go.id.

Dia menyatakan istithaah kesehatan ini jangan dipahami sebagai upaya membatasi atau menghalangi jamaah berangkat haji, melainkan justru membantu mereka agar bisa menjalankan ibadah haji dengan sehat, nyaman, dan mabrur.
Ia menambahkan, belum lama ini Ditjen PHU Kemenag menggelar Mudzakarah Perhajian Indonesia Tahun 2023 yang telah merumuskan 9 rekomendasi yang menitikberatkan pada istithaah kesehatan.
"Kesehatan menjadi penting dan syarat utama bagi jamaah haji. Untuk itu, menyiapkan kesehatan sejak dini perlu dilakukan jelang keberangkatan. Istithaah kesehatan ini untuk kemaslahatan bersama," jelasnya.
"Sehingga ketika panggilan itu datang, jamaah sudah siap lahir batin termasuk kesehatan. Ini bukan hanya kepedulian kementerian/lembaga, melainkan perlu juga melibatkan jurnalis dalam mengedukasi jamaah terkait istithaah sejak dini," harapnya.
Ia menerangkan, Kemenag dan Kemenkes sudah melakukan berbagai langkah serta upaya bersama dalam mengurangi angka wafat jamaah haji di Tanah Suci.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, lanjut dia, tingginya angka wafat jamaah haji tersebut disebabkan kurangnya kesadaran sejak dini terkait kesiapan kesehatan.
"Kita ingin angka jamaah wafat menurun seperti tahun 2022. Kita masih memiliki 45 ribu jamaah lansia pada tahun mendatang. Belum lagi soal tambahan kuota 20 ribu dan jumlah jamaah lansia yang tinggi yang menjadi tantangan besar kita," paparnya.
Menurut dia, tahun depan jamaah haji lansia masih menjadi prioritas dan nantinya akan ada rumusan secara teknis terkait istithaah kesehatan.
"Ini menjadi perhatian kita bersama agar tahun mendatang jumlah jamaah haji yang wafat di Tanah Suci turun. Mudah-mudahan pada pelaksanaan tahun depan bisa ditata lagi dan antrean bisa dipangkas," harapnya.
Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis yang tergabung dalam Media Center Haji 2023 atas dedikasi melayani jamaah selama penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci.
"Saya menjadi saksi bagaimana teman-teman MCH 2023 itu tidak hanya bertugas meliput kegiatan haji, namun ikut berjibaku membantu jamaah lansia, mulai dari menggendong hingga membantu membersihkan jemaah lansia," pungkasnya.
(Hantoro)