OTORITAS Kesehatan Masyarakat Arab Saudi (Weqaya) melaporkan penyebaran cepat varian JN.1 di negara tersebut. Sebelum memunculkan kepanikan, otoritas pemerintah langsung membantah rumor dan peringatan tentang pandemi baru. Kabar tersebut juga belum berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk jamaah umrah.
Pemerintah melalui otoritas berwenang menegaskan bahwa varian JN.1 adalah turunan dari Covid-19 yang tidak perlu dikhawatirkan. “Khususnya, lonjakan ini tidak menimbulkan peningkatan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan intensif,” ungkap Weqaya, dikutip dalam saudigazette.com.sa, Kamis (21/12/2023).
Kehadiran JN.1 yang merupakan varian baru dari virus Covid-19 sedang ramai diperbincangankan karena dengan cepat menyebar ke banyak negara. Selain sudah mulai menyebar di Amerika, juga telah merambah ke kawasan Timur Tengah, dan Asia Tenggara termasuk Indonesia dan Singapura.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan jika karakter varian Covid-19 JN.1 sering bermutasi. Karena itu, WHO meminta negara-negara anggota melakukan pengawasan ketat.
“Efektivitas vaksin yang dikembangkan untuk menangani varian ini tetap valid. Oleh karena itu, tidak perlu ada tindakan ketat atau kekhawatiran terkait perkembangan ini,” tambah Weqaya dalam pernyataannya.
Dampak dari JN.1 bisa ditekan dengan upaya-upaya signifikan dalam vaksinasi, kesadaran masyarakat, dan infrastruktur kesehatan. Pemerintah juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap pedoman keselamatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 beserta variannya.
Pengalaman sebelumnya, seperti wabah MERS-COV telah meningkatkan kesiapsiagaan dan strategi respon di Arab Saudi. Namun, mengingatkan akan sifat dinamis dari pandemi, tetap dibutuhkan kewaspadaan berkelanjutan serta adaptasi terhadap strategi kesehatan masyarakat.
(Maruf El Rumi)