ADA ciri-ciri khusus jika orang benar-benar tobat dari perbuatan maksiat. Pasalnya jika hanya niat tobat tanpa memerhatikan hal-hal yang memungkinkan tergelincir lagi ke dalam dosa, maka tobatnya akan menjadi sia-sia.
Dai muda Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray Lc menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakan tentang umat terdahulu yang membunuh 100 orang dan hendak tobat. Dia pun mendapat nasihat dari ulama pada masa itu.
"Pergilah ke kampung ini dan itu, karena kepadanya ada orang-orang yang beribadah kepada Allah maka beribadahlah kepada Allah bersama mereka. Dan janganlah engkau kembali ke kampungmu, karena itu adalah kampung yang buruk (dihuni oleh orang-orang yang buruk)." (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu 'anhu)
Al Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, "Ulama berkata, dalam hadits ini terdapat pelajaran yang bisa diambil yakni:
- Anjuran bagi orang yang bertobat untuk meninggalkan tempat-tempat yang padanya dia melakukan dosa.
- Berpisah dengan teman-teman yang selalu mendorongnya untuk berbuat dosa dan memutus hubungan dengan mereka apabila mereka terus bermaksiat.
- Mengganti persahabatannya dengan orang-orang yang baik, salih para ulama, ahli ibadah yang menjaga diri dari maksiat, dan orang-orang yang dapat dijadikan teladan, serta mengambil manfaat dari pertemanan dengan mereka dan menguatkan taubatnya." (Lihat kitab Syarh Muslim, 17/83)
Maka, hadits yang mulia tersebut menunjukkan bahwa memilih teman yang baik serta meninggalkan teman buruk termasuk kunci sukses dalam berhijrah, bahkan termasuk bukti benarnya tobat seseorang.