TERUNGKAP orang yang terakhir masuk surga milik Allah Subhanahu wa Ta'ala. Diketahui bahwa setiap Muslim pasti ingin menjadi penghuni surga. Banyak kenikmatan di surga yang Allah Ta'ala janjikan bagi hamba-Nya yang bertakwa.
Terdapat beberapa hadits shahih tentang adanya orang yang terakhir masuk surga. Namun dalam hadits itu sama sekali tidak disebutkan nama orangnya.
Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam buku "Surga yang Allah Janjikan" menyebutkan beberapa hadits tentang orang yang terakhir masuk surga, di antaranya:
Dalam shahih Muslim dan Bukhari disebutkan adanya hadits Mansur dari Ibrahim, dari Ubaidah, dari Abdullah ibn Mas'ud yang mengatakan Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Aku tahu penghuni neraka yang akhirnya keluar dari neraka, dan penghuni surga yang terakhir memasuki surga. Dia adalah orang yang keluar dari neraka secara melata. Allah berfirman kepadanya, 'Pergilah! Masuklah ke surga!'
Dia pun mendatangi surga dan melihatnya telah penuh, maka dia Kembali sambil mengadu, 'Ya Allah! Surga telah penuh.' Allah berfirman, 'Pergilah! Masuklah ke dalam surga! Engkau akan memiliki hal yang serupa di dunia, seperti keluarga. Namun yang disurga sepuluh kali lipat lebih baik.'
Orang tadi bilang, 'Apakah kamu mengolok-olokku dan menertawakan aku lantaran kamu Sang Raja di Raja?' Aku melihat Rasulullah tertawa hingga gusinya terlihat. Rasulullah bersabda, 'Perkataan itu muncul dari penghuni surga tingkatan rendah'." (HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi)
Dalam redaksi lain, ada hadits dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sungguh aku tahu orang paling akhir masuk surga dan penduduk neraka yang paling terakhir keluar neraka. Dia adalah orang yang didatangkan pada hari kiamat, kemudian malaikat diperintahkan, 'Tunjukkan dosa-dosa kecil kepadanya, dan sembunyikan dosa-dosa besarnya.'
Kemudian ditampakkan dosa-dosa kecilnya, dan dia ditanya, 'Kamu pernah melakukan dosa ini ada hari ini? Kamu juga pernah melakukan dosa itu di waktu yang lain?'
'Benar,' jawabnya. Dia tidak mampu untuk mengelaknya. Sementara dia merasa sangat takut dengan dosa besarnya jika ditampakkan.
Kemudian Allah memutuskan, 'Setiap dosa itu akan digantikan dengan pahala.'
Kemudian orang ini mengatakan, 'Ya Rab, aku memiliki dosa besar lainnya yang belum aku lihat …'
Setelah menyampaikan ini, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tersenyum." (HR Muslim)