Ihwal perbedaan bilangan sholat tarawih apakah 11 rakaat atau 23 rakaat, Ketua Ikatan Sarjana Quran dan Hadits Ustadz Fauzan Amin menyatakan sejatinya sholat tarawih tidak ada ketentuan khusus berapa jumlah rakaatnya.
Ia lantas memperkuat pendapatnya tentang jumlah rakaat sholat tarawih yang fleksibel berdasarkan sejarahnya dan beberapa hadits.
Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam menggemarkan sholat pada bulan Ramadhan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata: 'Barang siapa yang melakukan ibadah (sholat tarawih) di bulan Ramadhan hanya karena iman dan mengharapkan ridho dari Allah, maka baginya di ampuni dosa-dosanya yang telah lewat'." (HR Muslim)
Ditambah lagi dengan kesaksian istri Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, Aisyah Ummil Mu'minin radhiyallahu anha: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam pada suatu malam sholat di masjid, lalu banyak orang sholat mengikuti beliau, beliau sholat dan pengikut bertambah ramai (banyak) pada hari ketiga dan keempat orang-orang banyak berkumpul menunggu beliau Nabi, tetapi Nabi tidak keluar (tidak datang) ke masjid lagi."
Ketika pagi-pagi, Nabi bersabda: "Sesungguhnya aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. Tapi aku tidak datang ke masjid karena aku takut sekali kalau sholat ini diwajibkan pada kalian." Aisyah berkata: "Hal itu terjadi pada bulan Ramadan." (HR Bukhari dan Muslim)
Hadits ini, menurut Ustadz Fauzan Amin, menerangkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam memang pernah melaksanakan sholat tarawih. Pada malam hari yang kedua beliau datang lagi mengerjakan sholat dan pengikutnya tambah banyak.
Pada malam yang ketiga dan keempat, Nabi Shallallahu alaihi wassallam tidak datang ke masjid dengan alasan bahwa beliau takut sholat tarawih itu dianggap wajib karena umat Islam sangat antusias dan bertambah banyak jumlah jamaah sholat tarawihnya.
"Rasulullah melaksanakan sholat tarawih berjamaah di masjid hanya dua malam dan hukumnya adalah sunnah karena sangat digemari olehnya dan beliau mengajak orang-orang untuk mengerjakannya. Tidak ada penyebutan bilangan rakaat dan ketentuan rakaat sholat tarawih secara rinci. Sahabat Umar bin Khattab yang punya ijtihad," ujarnya memerinci.