Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alasan Jumlah Rakaat Sholat Tarawih di Indonesia Berbeda-beda

Hantoro , Jurnalis-Selasa, 05 Maret 2024 |14:22 WIB
Alasan Jumlah Rakaat Sholat Tarawih di Indonesia Berbeda-beda
Ilustrasi alasan jumlah rakaat sholat tarawih di Indonesia berbeda-beda. (Foto: Okezone)
A
A
A

Pada zaman sahabat Umar, rakaat sholat tarawih adalah 20 rakaat tanpa witir, sebagaimana yang sudah disepakati oleh umatnya, baik ulama salaf atau ulama kholaf, bahkan ini sudah menjadi ijma' sahabat dan semua ulama madzhab, Syafi'i, Hanafi, Hanbali, dan mayoritas Maliki.

Imam Malik sendiri memilih 8 rakaat, namun secara mayorits Malikiyyah sesuai pendapat mayoritas Syafi'iyyah, Hanabilah, dan Hanafiyyah yang telah sepakat bahwa sholat tarawih terdiri dari 20 rakaat. 

Sebagian Muslim di Indonesia melaksanakan sholat tarawih sebanyak 11 rakaat, yakni termasuk 3 rakaat witir juga bisa menjadi pilihan, dengan formasi 4-4-3 (witir). Ada juga yang 11 rakaat dengan formasi 2-2-2-2-2-1 (witir).

"Dari Abu Salamah bin Abdirrahman, ia bertanya kepada Aisyah radhiyallahu anha, 'Bagaimanakah sholat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam di bulan Ramadhan?'

Aisyah radhiyallahu anha menjawab, 'Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tidak pernah menambah di dalam Ramadhan dan di luar Ramadhan lebih dari 11 rakaat. Beliau sholat 4 rakaat, jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya. Kemudian beliau sholat 4 rakaat, jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya. Kemudian beliau sholat 3rakaat'."

Demikian penjelasan mengenai alasan jumlah rakaat sholat tarawih di Indonesia berbeda-beda. Wallahu a'lam bisshawab

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement