Kemudian dalam Surat Hud ayat 41–49 dan Surah Al Mu'minun Ayat 30–33 mengandung kisah kejadian banjir besar dan menyebutkan Gunung Judiy, yaitu puncak Gunung Ararat di sebelah timur Turki.
Sesungguhnya kandungan ayat-ayat Alquran tersebut selaras dengan ilmu-ilmu sejarah dan fakta-fakta arkeologis modern. Hal ini terlepas dari kemungkinan untuk disanggah dan sudah pasti berbeda dari pengetahuan manusia saat Alquran itu turun.
Hal tersebut ditegaskan pula oleh seorang ilmuwan, Sir Leonard Woolley, pimpinan forum arkeolog yang dihadiri oleh delegasi British Museum dan delegasi Pennsylvania University dalam upaya penggalian arkeologis di Tell el-Obeid, sebelah utara Kota Ur di Irak.
Melalui penggalian itu ditemukan sejumlah lapisan yang sangat dalam. Di sana juga tertanam banyak bejana dan patung-patung yang sangat berharga serta bagian-bagian tanah kering yang terpahat padanya bekas-bekas batang bambu.
Melalui pemeriksaan mikroskopis terhadap sejumlah lapisan tanah, Sir Leonard membuktikan ternyata tanah tersebut mengandung materi yang tersapu air pada suatu masa dari bagian tengah Sungai Eufrat dalam kejadian banjir besar setinggi tak kurang dari 25 kaki.
Pendapat sang ahli menegaskan bahwa banjir tersebut tidak terjadi secara global, tapi memang skalanya sangat besar hingga menjangkau lembah Sungai Eufrat dan Sungai Tigris.
Banjir itu bahkan menenggelamkan daerah-daerah sekitar gunung di belahan timur dan perbukitan padang pasir di sebelah baratnya, yang merupakan kawasan yang paling banyak dihuni manusia pada masa tersebut.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)