Bulan Rabiul Awal memiliki keistimewaan tersendiri sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain itu, Rasulullah SAW menikahkan putri ketiganya, Ummu Kultsum, dengan Utsman bin Affan pada bulan ini. Menikah di Rabiul Awal sering dimaknai sebagai harapan agar rumah tangga dipenuhi cinta kasih, kelembutan, dan keteladanan seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.
Masyarakat Jahiliyah dulu menganggap Safar sebagai bulan yang membawa kesialan, namun Islam membuktikan sebaliknya. Rasulullah SAW menikahi Khadijah pada bulan ini, dan pernikahan Sayyidina Ali dengan Sayyidah Fatimah az-Zahra juga dilangsungkan di Safar. Dengan memilih bulan Safar untuk menikah, pasangan turut mewujudkan ajaran Islam yang mengutamakan niat baik daripada takhayul.
Bulan Dzulhijjah adalah bulan ibadah haji dan identik dengan semangat pengorbanan serta ketakwaan. Menikah di bulan ini dipercaya dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, kesetiaan, dan kesadaran untuk saling berkorban demi keharmonisan keluarga. Setelah momentum Lebaran Haji, pernikahan di bulan ini terasa semakin bermakna dengan suasana spiritual yang tinggi.
Selain memilih bulan yang tepat, ada anjuran dari ulama terkemuka tentang hari-hari istimewa. Hari Jumat dan Kamis direkomendasikan untuk akad nikah karena berkahnya.